Cerberus Gaming

ANAK BAIK YANG TERSAKITI! Profil General Barkov – Call of Duty Modern Warfare 2019 Indonesia

Masih melanjutkan profil karakter dari Call of Duty Modern Warfare 2019 alias COD MW versi rebooting, kali ini saya akan membahas sedikit profil singkat dari karakter original di game ini ya. Dialah General Barkov. Yap, General Barkov yang menjadi salah satu tokoh antagonis di Modern Warfare 2019, yang dimana dia telah membuat cukup menderita para warga Urzikstan akibat kegilaannya, termasuk Farah Karim dan Hadir Karim. Tapi by the way, keangkuhannya ini ternyata disebabkan oleh penyakit mental yang dideritanya loh, dan juga ternyata doi dulunya ga berniat banget jadi tentara. Well, seperti apakah perjalanan Jendral kurang waras ini dari masa remaja sampai akhir hayatnya, let’s check it out.

Roman D. Barkov, jujur sampe sekarang saya ga tau kepanjangan dari D. nya apa. Apakah dia sama dengan Monkey D. Luffy? Ga mungkin ya. Hahahahaha. Yes, Roman Barkov ini awalnya hanya seorang pria remaja biasa, yang pekerjaannya hanyalah memasak, belanja, dan mengurus ibunya yang sudah lanjut usia. Sebetulnya dia punya kakak ya, tapi ya begitulah… Kakak-kakaknya hanya menghabiskan waktu mereka untuk main, minum-mimun, dan main cewek. Bukan hanya itu, di tempat tinggalnya di Black Sea town, salah satu kota di Bulgaria (pada waktu itu Bulgaria masih tergabung di Uni Soviet).

Dia sebenernya punya cita-cita, dia ingin bersekolah di sekolah perdagangan . Tapi sayangnya Roman Barkov remaja ini tidak bisa membaca (apakah karena dyslexia atau memang kurang pendidikan) membuat dirinya gagal masuk dan Barkov hanya bisa pasrah dengan keadaan… Jadi pada dasarnya Barkov ini sosok anak baik yang tersakiti.

Nah, karena itulah dia jengah dengan kehidupannya yang dirasa tidak adil bagi dirinya, maka dia akhirnya kabur dan join program wajib militer secara ilegal. Jadi pada waktu itu dia masih berumur 16 tahun yang dimana umur tersebut masih blm waktunya, dia akhirnya lolos dan join militer di saat para pria seumurannya ogah dan pada kabur biar ga kena wajib militer. Uniknya, dia lolos karena dia jago masak. Yes, dia join militer sebagai koki pasukan Soviet Union Army ya, belum jadi Russian Army pada waktu itu.

Nah, ternyata oh ternyata, skill menembak dan berperang Barkov di atas rata-rata prajurit, membuat dirinya dipuji dan jadi pujian pertama bagi dirinya, dan tentu saja dia sangat senang, senang sekali, atau terlalu senang tepatnya… Roman Barkov memiliki kelainan mental yang bernama inferiority complex. Menurut medium.com, Inferiority Complex adalah sebuah kondisi psikologis (tingkat alam bawah sadar), ketika suatu pihak merasa inferior/lemah/lebih rendah dibanding pihak lain, atau ketika ia merasa tidak mencukupi suatu standar dalam sebuah sistem. Kondisi kejiwaan ini biasanya berujung kepada kompensasi atau pemujaan yang berlebihan pada suatu pencapaian atau tendensi untuk mencari pengakuan atau apresiasi dari suatu pihak. Di sinilah kegilaan Barkov mulai… Dia merasa dirinya hebat, muncullah sifat sombong, sifat tamak, ingin berkuasa, karena dia punya kesempatan itu. Dan memang benar, dalam waktu singkat dia berhasil mendaki pada posisi letnan, semakin membuat Barkov tak terkalahkan. Semakin terbang hidungnya.

Nah, semasa menjabat sebagai letnan. Barkov mendapatkan misi untuk memerangi tentara liberation Urzikstan, yang dimana Rusia anggap sebagai teroris. Di sini settingnya udah tahun 1999 ya, Uni Soviet udah pecah dan Barkov tergabung pada pasukan Rusia. Nah, Militer Rusia sebenarnya melakukan clean war ya, alias ya hanya memerangi teroris saja. Tapi karena yang megang Barkov, dan lagi-lagi dia merasa bangga, kegilaan Barkov lainnya dimulai lagi… Tanpa sepengetahuan milter Rusia, dia memerintahkan pasukannya untuk membunuh warga sipil dengan gas, dan menghancurkan rumah sakit mereka dengan dalih “membantu teroris.” Sobat gamer bisa lihat kegilaan ini di event Hometown ya, ketika Farah kecil kehilangan Ayah ibunya karena perintah dari Barkov. Tapi ironisnya, karena hal tersebut, Barkov naik ranking menjadi General… Jadi ceritanya di mata Rusia Barkov berhasil memberantas teroris Urizkstan (bukan AQ ya, ceritanya teroris yang dimaksud itu Urzikstan Liberation Force), dan militer Rusia pun tidak tahu sama sekali dibalik kemenangan Barkov tersebut. Peristiwa ini disebut sebagai “The Annexation” yang artinya pendudukan wilayah di atas negara lain. Pada real case, hal ini terjadi pada Palestina yang diduduki Israel. Itu termasuk Annexation.

10 tahun telah berlalu, Jendral Barkov semakin menjadi-jadi. Bahkan dia mengklaim dirinya sebagai Novyy Korol alias New King atau Raja Baru di tanah Urzikstan. Namun, dia merasa ada yang mulai mengganggu tahtanya, yaitu pihak Barat. Dia sangat mengecam pihak Barat ikut campur urusan Urzikstan, sampai pada akhirnya dia tahu bahwa pihak Barat datang atas permintaan orang Urzikstan… Makanya dia cari orang tersebut dan ketemu ya, orang itu si Farah Karim. Maka dari itu, ULF yang awalnya telah punah, bangkit lagi berkat Farah Karim yang dibantu Captain Price.

Ok, 10 tahun kemudian Barkov masih menjadi raja di Urzikstan. Namun kali ini dia sudah diluar batas, sudah tidak ada sangkut pautnya dengan Rusia, Rusia benar-benar men-disavow alias tidak mengakui lagi keberadaan Barkov di Militer Rusia. Dia membuat dinastinya sendiri yang bernama Barkov Force, yang berbasis di Urzikstan dan membantai siapapun yang mengganggu tahtanya, baik itu Al Qatala maupun ULF. Bagi Barkov mereka semua sama saja. Sama-sama teroris.

Tapi selain itu Barkov juga diam-diam mengembangkan gas beracun yang dulu pernah dia tembakkan 20 tahun lalu di event Hometown. Ternyata yang di event Hometown tidak seberapa! Gas yang sekarang dia kembangkan lebih berbahaya. Gas yang sekarang 10 kali mematikan, bisa tembus pada protective gear, dan zero detectability alias ga akan kedeteksi sama sensor apapun! Itulah sebabnya si Alex benar-benar kesusahan nyari pabrik dan gasnya. Sekalinya nemuin gasnya, eh malah dicuri si Hadir.

Namun pada akhirnya Barkov tewas ditangan Farah Karim, ketika mereka berhasil menemukan pabrik gasnya di Borjomi, suatu kawasan di Georgia. Dengan bantuan Alex, Captain Price, Gaz, Laswell, dan Nikolai,  Pabrik gas milik Barkov hancur sekaligus mengakhiri tahta Barkov di Urzikstan yang sudah bertahan lebih dari 20 tahun.

Barkov sejatinya memang telah tewas. Namun warisan jahatnya tidak bisa hilang begitu saja. Zakhaev mengingkan tahta yang diduduki Barkov sejak lama, dan tentu saja gasnya. Makanya semua peninggalan Barkov kayak tentaranya dan gasnya masih bermunculan di Call of Duty Modern Warfare dan Warzone, dan sepertinya akan terus ada…