Cerberus Gaming

Bahas Curhatan Soap Mactavish Lewat Soap Journal di Trilogy Call of Duty Modern Warfare #2

Setelah cukup lama saya bahas para karakter yang berkecimpung dalam game Call of Duty Modern Warfare versi Rebooting, kali ini kita akan kembali ke COD MW versi original. Yes, sesuai judulnya, kali ini saya akan melanjutkan pembahasan Journal yang berisikan curhatan dan informasi dari Captain John Mactavish, atau yang sudah kita kenal dengan sebutan Soap. (bagi yang belum menonton bagian pertamanya, sobat gamer bisa langsung cek video pertamanya di sini ya).

So, setelah event Call of Duty 4 Modern Warfare yang dimana Soap dirawat dan menjalani masa-masa tenangnya, Soap langsung melakukan pergerakan yang cukup signifikan untuk memberantas teroris. So, tanpa tunggu lama-lama lagi, terimalah ulasan dan beberapa fakta menarik dari Soap Journal. Let’s check it out.

Soap Ssalah Satu Pendiri Task Force 141

Awalnya dalam game Call of Duty Modern Warfare 2, saya mikirnya dia jadi Captain karena Price tewas. Secara lima tahun kemudian pasca event game pertama, Soap dengan gagahnya muncul sebagai Task Force 141 di bawah arahan General Shepherd yang dimana dia adalah Jendral Amerika. Ternyata saya salah. Dalam journalnya disebutkan bahwa dia merupakan salah satu pencetus dibentuknya Task Force 141, bersama Price dia menghadap General Shepherd dan mengajukan membuat sebuah satuan khusus untuk memberantas jaringan teroris di seluruh belahan dunia. Jadi dalam versi ini, Task Force 141 berisikan para unit dari berbagai belahan dunia, yang dipimpin oleh Soap, Price, dan Shepherd.

Selain mendirikan Task Force 141, Soap juga merekrut dan menyeleksi para personilnya, sobat gamer bisa lihat bahwa ada nama Roach dan Ghost yang ikut tes untuk jadi Task Force 141. Di dalam catatan Soap, yang di lihat dari para kandidat antara lain PFT (Pulmonary Functiuon Test), tes ketahanan napas, apakah mereka kuat fisik atau tidak, ada juga tes penggunaan Rifle, dan juga kedisiplinan dari para kandidat.

Lucunya, Soap juga curhat bahwa dirinya memang ditakdirkan untuk bertemu atau dipimpin oleh orang yang memiliki kumis ulat. Awalnya kan si Soap sempet ngejek kumisnya si Price, nyebut kalau kumis si Price itu mirip ulat, sekarang dia bilang bahwa dirinya memang udah nasib ketemu Shepherd yang notabene berkumis ulat kayak Price.

Bagaimana dengan aksi pertama Soap di Task Force 141? Banyak yang bilang kalau aksi pertama Soap di Task Force 141 itu adalah Operation Kingfish. Padahal bukan ya, aksi pertama Soap ketika dia sudah di Task Force adalah event High Mile Club, walaupun tidak turun langsung. Soap menurunkan One-One Team untuk menyelamatkan HVI yang disandera Ultranationalist di pesawat. Soap pun membeberkan map pesawat dan briefing tactics dan analisis yang dia sebut SALUTE DRAW. Sobat gamer bisa lihat di sini isi briefing Soap yang diberikan pada One-One operator berikut detail mapnya.

Nah, kabarnya (saya ga tau ini benar atau tidak) HVI yang diselamatkan oleh tim One-One di pesawat ini ternyata memberikan informasi dimana Makarov berada, maka munculah Operation Kingfish, join operation antara Task Force 141 dan Delta Force yang mengakibatkan Captain Price ditangkap dan ditahan di Gulag.

Soap Rindu Sosok Price

Pasca operation Kingfish, dia diangkat menjadi Captain sekaligus menjadi Field Commander untuk Task Force 141. Dia menjalani misinya bersama Gary Roach Sanderson dalam event Cliffhanger. Kalau di game, mereka hanya menunggu momen yang tepat dan kita bisa lihat Soap sedang merokok dengan cerutu, jadi mirip Price.

Sebenarnya selama menunggu itu dia sedang mengenang dan rindu akan sosok Price. Dalam Journalnya dia menuliskan bahwa 5 tahun yang lalu dia masih dibawah perintah Captain Price dengan cerutu Villa Claras dimulut sang Captain. Sedangkan kali ini giliran dia yang merokok dengan cerutu Villa Claras. Dia pun berandai-andai dimana Price berada dan apakah dia juga sedang merindukan cerutu favoritnya atau tidak.

Soap Trauma Ngejar Orang

Saya ga nyangka kalau event Soap ngejar Viktor Zakhaev bikin trauma tersendiri buat sang field commander. Secara ketika dia hendak menangkap Viktor dia bunuh diri di depan dia persis, dan hal tersebut membuat dia sedikit ragu ketika melakukan pengejaran Alexandro Rojas di Brazil.

Namun kali ini dia berhasil ya, secara dramatis Soap menangkap Rojas dan terjun bersama-sama ke bawah dan menghantam mobil. Di dalam journalnya dia mengatakan bahwa kegagalannya cukup berhenti sampai Viktor Zakhaev saja.

Misi Terakhir Sebagai Field Commander

Misi penyerangan di kilang minyak dan Gulag dalam event The Only Easy Day… Was Yesterday dan The Gulag merupakan misi terakhir Soap sebagai Field Commander, karena Captain Price telah kembali dan langsung menggantikan posisi Soap sebagai Field Commander. Dalam journalnya juga dia menggambarkan detail dari kilang minyak yang akan diserang dan juga sketsa Gulag untuk menyelamatkan prisoner #2-6-7. Selain itu juga dalam jurnalnya dia menyatakan bahwa tugas dia sebagai Field Commander telah berakhir, setelah event gulag dia kembali dibawah perintah Captain Price, walaupun sekarang posisi mereka telah sama.

Dia juga menulis bahwa ketika Roach dipukul dan ditodongkan senjata oleh Price, bagi Soap hal itu sesuatu yang lucu. Soalnya di pikirannya Price versi lima tahun kemudian di penjara pasti lemah banget, rapuh, dan menjadi orang yang helpless. Tapi dugaan dia salah, dia masih kuat dan bahkan jauh lebih gila.

Ada lagi, waktu Soap memberikan pistol pada Price, itu adalah pistol yang diberikan Price pada Soap untuk membunuh Zakhaev di event Game Over, dan dia merasa bersyukur Price bisa kembali beraksi bersamanya.

Oh iya, FYI. Gulag di dunia nyata ada ya. Bangunan tersebut dibangun pada tahun 1900-an, yang dimana memang diperuntukan menjadi penjara di Uni Soviet dan tahanannya di suruh untuk melakukan kerja paksa, apapun itu kerjaannya. Pertama kali dibuat atas perintah Vladimir Lenin, dan menjadi penuh dan terkenal ketika Joseph Stalin memerintah.

Gulag sendiri ada sendiri ada banyak banget dan tersebar luas di seluruh negara pecahan uni soviet. Salah satu gulag yang mengerikan ada di Vorkuta, salah satu wilayah di Siberia. Gulag Vorkuta ini juga sudah pernah dijadikan film Gulag di tahun 2016 dan setting tempat game Call of Duty Black Ops, ketika Reznov dan Mason melakukan riot di sana.

Soap Benci Anjing

Sudah tidak heran jika Soap ga suka anjing ya. Dalam game pertamanya pun kita cukup direpotkan dengan anjing yang menyerang ketika di Azerbaijan. Dalam journalnya pun dia sampai membuat solusi gimana cara membungkam anjing ketika menyerang. Solusi pertama ditutup mulutnya, tapi jelas itu tidak efektif, susah juga pastinya. Kemudian Soap menggambar solusi yang lebih baik, dipatahkan lehernya.

Soap Sempat Panik Juga Ketika Rudal EMP Diluncurkan oleh Price

Yes, bagi saya ini momen yang lucu, seolah-olah si Price ngeprank anak buahnya semua, termasuk si Soap. Sobat gamer juga bisa lihat gimana paniknya s Ghost ketika rudal meluncur dan Price malah blang “good.” Tapi dalam jurnalnya disebutkan bahwa sebenernya si Soap awalnya panik juga, tapi dia sadar duluan dibanding si Ghost, dan Price memang hebat, dia memprioritaskan untuk perang berhenti dulu dengan meluncurkan EMP ke Amerika. Kondisi waktu itu juga sama dengan event No Fighting In The War Room dalam game pertamanya, peluru bukan jawaban untuk menyelamatkan dunia…

Misi Terakhir Soap Sebelum Sekarat

Seperti kita lihat dalam gamenya bahwa Soap dan Price dikhianati oleh General Shepherd dengan membunuh Ghost dan Roach dalam event Loose End setelah intel makarov berhasil didapatkan. Mengetahui kondisi tersebut, Soap dan Price berganti haluan, yang awalnya memburu Makarov menjadi memburu Shepherd. Dalam journalnya pun Soap sempat menggambar peta lokasi dimana dia dan Price mencari intel. Jika dilihat dari gambarnya, mereka berada di tempat daur ulang kendaraan di Amerika. Makanya di misi ini, pas si Soap mau kabur dan pergi ke site Hotel Bravo, sobat gamer bisa lihat banyak bangkai kendaraan dan di sana pun peperangan antara Ultranationalist dan Shadow Company tak terelakan. FYI, Shadow Company adalah perusahaan mercenary milik Shepherd.

Nah, di dalam jurnal Soap disebutkan bahwa Shepherd terksean meremehkan ancaman dari Soap dan Price. Soalnya tidak ada penjagaan ketat di dalamnya, dan lagi-lagi Shepherd mengorbankan anak buahnya sendiri dengan cara menembakan misil secara danger close ke arah Soap dan Price.

Sobat gamer sudah tahu ya bahwa Shepherd mati ditangan Soap dengan cara melemparkan pisau yang sudah ditusukan Shepherd ke Soap. Tapi tetap, lagi-lagi Nikolai pahlawan di sini. Nikolai gerak cepat datang dan langsung menyelamatkan Soap yang tengah sekarat. Dalam journalnya dia menyebutkan bahwa dia berutang banyak pada Nikolai, dan sopa juga berterima kasih pada satu orang baru karena sudah mengulur waktu dan bertahan demi sendirian demi menyelamatkan dirinya. Orang baru itu bernama Yuri…