Cerberus Gaming

Bahas Curhatan Soap Mactavish Lewat Soap Journal di Trilogy Call of Duty Modern Warfare #3

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas kembali Soap Journal, dan bahkan jadi seri penutup Soap Journal yang ada di Call of Duty Modern Warfare trilogy versi original. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Soap tewas oleh Makarov (ya, Makarov) dan sempat menuduh Yuri bersekongkol dengan Makarov yang membuat operasi ini gagal, dan bahkan sampai merenggut nyawanya. Bagi sobat gamer yang belum nonton part 1 dan part 2 nya, sobat gamer bisa langsung cek dan tonton di channel ini ya. So pasca hampir mati dibunuh oleh Shepherd, curhatan apa lagi yang dikeluarkan oleh Kapten Mactavish dalam journalnya? Tanpa tunggu lama-lama lagi, let’s check it out!

Rencana Soap Pasca Event Shephard

Seperti yang sudah sobat gamer tahu, Soap yang sedang sekarat itu langsung dibawa oleh Makarov dan Price ke tempat persembunyiannya di Pradesh, suatu kawasan di belahan utara India. Tim medis pun dengan sigap menolong Soap. Namun ternyata Makarov tidak membiarkan Price dan Soap kabur begitu saja. Makarov yang tahu posisi mereka (jelas ya, toh si Makarov juga yang ngasih tau lokasi si Shepherd) langsung mengerahkan unitnya untuk menghabisi Price dan Soap. Di sini pun Price meminta bantuan Nikolai, dan dia pun menurunkan orang terbaiknya, Yuri untuk membantu dan mempertahankan posisi ditengah-tengah perawatan intensif Soap.

Yuri pun berhasil mempertahankan diri dan Soap pun berhasil selamat dari masa kritis. Udah ya, jd event ini selesai. Makarov pun kehilangan jejak Soap dan kawan-kawan karena mereka berhasil bertahan dan melarikan diri. Setelah selamat, dia curhat di journalnya, mengatakan bahwa lebih baik kena luka tembak daripada ditusuk pisau. Bagi dia luka karena pisau lebih lama sembuhnya dan banyak jahitan dan penanganan khusus lainnya. Jelas ya, secara si Soap ditusuk pisau tepat di dadanya, dan bahkan pisau itu dia lepas, pasti lukanya semakin menganga dan darah yang keluar pun pasti banyak.

Selain itu, satu-satu hal yang dia pikirkan setelahnya cuman satu hal, MAKAROV HARUS MEMBUAT NAMANYA JADI BAIK LAGI. Jelas, karena kondisinya Price dan Soap jadi buronan seluruh dunia karena telah menghabisi nyawa Shepherd. Oh iya, sebagai informasi, Shepherd diakui dunia sebagai pahlawan perang. Biarpun mati, apa yang dicita-citakan olehnya berhasil dicapai, dengan mengorbankan Task Force 141.

Mengumpulkan Sumber Daya untuk Berburu Makarov

Nah, masa penyembuhan Soap itu berlangsung dua bulan Jadi ceritanya selama masa itu Task Force 141 disavowed ini mengumpulkan berbagai sumber daya dan mencari jejak Makarov. Pertama, mereka memetakan semua depot senjata dan rute perdagangan yang digunakan oleh kelompok militan untuk membeli senjata dari Parrot’s Beak, di Guinea. Ok, sudah, jadi tempat beli senjata dan pada mercenary udah ada. Tinggal uangnya. Nah,mereka ngumupulin uang dengan cara jadi security seorang klien di Ghana, untuk mengawal 600 Kg emas yang berangkat dari Accra Intl. Airport. Event ini ga ada di dalam gamenya ya, event ini ditulis khusus di Journal Soap secara detail, timnya siapa apa, ngapain aja, dan berapa uang yang dihasilkan beserta total senjata perlengkapan yang dibutuhkan. Sobat gamer bisa lihat ya di journalnya.

Nah, pada masa itu juga Rusia masih menyerang Amerika, namun Presiden Rusia Boris Vorshevsky berubah pikiran dan mempertimbangkan untuk melakukan mediasi bersama Amerika di Berlin. Tapi tidak terjadi ya, Makarov mencegahnya dan bahkan mengambil alih kekuasaan Boris. Yes, Makarov jadi acting presiden Rusia (nanti saya jelasin lebih lanjut di profil Makarov part 2). Nah, di saat itulah, Soap yang sudah sembuh mulai melakukan gerakan untuk memburu Makarov…

Soap Ga Suka Afrika

Perburuan dimulai dari informasi Yuri yang mengatakan bahwa markas Makarov berada di Siera Leonne, sebuah negara di wilayah Afrika Barat. Di sini dia curhat bahwa dia mulai kangen Credenhill, kampung halamannya di Inggris. Btw Credenhill di real life ada ya. Credenhill adalah sebuah desa kecil di Inggris, yang dimana tempat tersebut memang sempat dipakai sebagai HQ SAS pada tahun 1999. Tapi di tahun 2000 HQ SAS pindah dan lokasinya dipakai oleh British Army untuk latihan. Ok, kita lanjutkan.

Nah, si Soap ini rupanya tidak begitu suka dengan kondisi Afrika ya, dalam jurnalnya dia mengeluhkan kondisi di sana, mulai dari orang-orangnya yang pasti megang senjata kakeknya Kamarov (AK-47 maksudnya ya). Selain itu juga kondisi panasnya Afrika yang benar-benar menyengat, bahkan dia merindukan dinginnya Rusia. Dia juga baru sadar kenapa babi senang mandi lumpur, karena memang lumpur bisa meredam panas, dan Soap pun memang melakukannya. Makanya sobat gamer bisa lihat kertas jurnal yang ini terlihat kotor kena lumpur. Ada lagi? Selain ketiga itu, Soap juga mewaspadai Malaria, nyamuk berbahaya yang dimana tidak ada body armor untuk mencegah gigitannya. Mau tidak mau Soap pun harus siap dengan kondisi itu.

Kronologi Perburuan Makarov

Setelah Task Force 141 Disavowed ini mengetahui lokasi markas Makarov di Sierra Leonne, sebuah fakta mengejutkan terjadi. Ternyata Makarov benar-benar sedang menjalankan rencananya. Jadi ketika Yuri dan kawan-kawan di sana, sebuah kargo besar sedang diberangkatkan dari sana menuju suatu tempat (yang nantinya  kita tahu bahwa tujuannya itu Inggris). Awalnya Soap tidak tahu kargo apa itu. Tapi satu hal yang pasti, Task Force 141 Disavowed ini tertuduh bahwa yang mengirimkan cargo tersebut dari mereka. Sontak kepala mereka semakin mahal untuk didapatkan, dan semakin buruk citra mereka. Namun untungnya Price menagih utang Macmillan (atas nyawa dirinya dulu di event Pripyat) yang sekarang menjadi Mayor Jendral dengan codename Baseplate.  Dengan bantuan intel dari Macmillan, akhirnya Soap tahu bahwa Makarov dibantu oleh perushaan cargo yang bernama FREGATA, dan bahkan jadi tahu selama ini kerjaan perusahaan cargo ini jadi penyeludup usaha gelapnya si Alexandro Rojas, yang udah dibungkam Soap di Modern Warfare 2.

Pemilik Cargo ini masih belum diketahui dan hanya satu informasi yang didapat dari Macmillan: Cargo itu transit dan sempat singgah di Somalia dan diterima oleh seseorang yang bernama Waraabe. Tentu saja, dengan segala persiapan dan briefing, Soap, Yuri, dan Price datang dan menginterogasinya. Sobat gamer bisa lihat peralatan dan mapping lokasi Waraabe berada. Sobat gamer juga tahu ya bahwa mereka memang berhasil menginterogasi Waraabe dan mengetahui pemilik FREGATA dan lokasinya (Volks dan di Paris), namun helikopter yang dikemudikan Nikolai ditembak jatuh anak buah Waraabe dan bahkan Sandstrom muncul. Untungnya ada tim tambahan yang menolong mereka dan mereka pun masih selamat… For now…

Hyena Lebih Serem dari Anjing

Selama Soap bertugas di Afrika, dirinya mengetahui bahwa dirinya ga akan bertemu anjing seperti di Rusia, tetapi seekor Hyena, yang menurut Nikolai hewan ini lebih buas dari Anjing, yang bisa membunuh anjing Rusia hanya dengan satu kali gigitan. Dalam jurnal disebutkan bahwa lebih baik jangan ketemu dengan hewan satu ini, karena kalau sudah ketemu, pilihannya antara hidup dan mati.

Soap Berduka Atas Kondisi di Inggris

Yes, ketika event Somali berlangung, Soap juga mendengar kabar bahwa Inggris sudah diserang dan operasi mereka untuk mencegah bom itu gagal. Bukan hanya itu, seluruh pasukan Rusia datang dan menyerang seluruh Eropa, mulai dari Jerman, Prancis, dan Inggris. Maka pecahlah World War 3. Siapa dalangnya? Siapa lagi kalau bukan Vladimir Makarov.

Dalam jurnalnya dia pikir yang kacau itu hanya Afrika. Ternyata salah, Inggris dan negara eropa lainnya pun sedang kacau. Soap pun kehilangan rekan-rekannya di SAS yang tewas di POE (Project Operational Environment) atau lokasi operasi. Hanya satu hal yang harus dilakukan. Redemption alias tebus semua dengan makarov. Terus berjuang dan terus berperang.

Misi Terakhir Soap

Akhirnya… Kita pada penghujung kisah Soap. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa setelah diinterogasi, Volks memberitahukan bahwa Makarov akan melakukan meeting dengan para koleganya di Prague, sebuah kota di Republik Ceko. Price dan Soap pun tidak sendirian. Mereka ditemani oleh pasukan militan Ceko yang memang sedang berjuang mempertahankan diri dari serangan Rusia (jadi Rusia juga menyerang negara Ceko ya, pokoknya kondisi Amerika, Afrika, dan Eropa sedang kacau).

Nah, briefing pun mantap dan rencana mereka hampir berhasil. Sobat gamer juga bisa lihat mapping dan briefing infonya dalam journal ini. Bagaimana dia menggambar sewer tempat dia memulai misi, map menuju grejanya dan posisi sniping Yuri dan Soap dan memprediksikan potensi posisi Makarov.

Namun sayang… Makarov selangkah lebih maju dari mereka.. Misi mereka gagal dan Soap pun tewas dengan menyampaikan pesan terakhir yang dirasa bermanfaat.. “Makarov knows.. Yuri…”

Di akhir jurnal Soap menulis sebuha kutipan puisi dari James Elroy Flecker, seorang novelis dan pembuat puisi dari Inggris. Isinya sebagai berikut: ”

“We are the pilgrims, master: we shall go.

Always a little further: it may be

Beyond that last blue mountain barred with snow,

Across that angry or that glimmering sea,”

Artinya:

“Kami adalah para peziarah, tuan: kami akan pergi.

Selalu sedikit lebih jauh: mungkin saja

Di balik gunung biru terakhir yang tertutup salju,

Di seberang laut yang marah atau berkilauan itu, ”

Rest in Peace.. Captain…