Cerberus Gaming

Bahas Curhatan Soap Mactavish Lewat Soap Journal di Trilogy Call of Duty Modern Warfare #1

Ok, sekarang kita alihkan mindset kita pada Call of Duty Modern Warfare Original ya, bukan Modern Warfare versi reboot atau yang tahun 2019. Kali ini kita akan bernostalgia dengan Captain John Mactavish, atau yang lebih kita kenal dengan Soap lewat buku “diary” miliknya yang bernama Soap Journal.

Kayaknya ga semua orang tau tentang keberadaan buku ini, karena buku ini muncul di Call of Duty Modern Warfare 3 Hardened Edition. Tapi tenang saja, pada kesempatan kali ini saya akan mencoba bahas tentang fakta-fakta menarik dari curhatan Soap Mactavish ini, terutama tentang pandangan dia pada Captain Price, misi yang dia jalankan, sampai hobby Captain Price dan Soap. So, tanpa tunggu lama-lama lagi, let’s check it out.

Nah, mungkin cara yang pas buat bahas journal ini, saya bikin poin per poin aja ya, dan saya akan bahas hal-hal yang menarik saja, untuk full journalnya tenang saja, saya bakal kasih tahu nanti. Ok, hal unik pertama adalah Ketidaksukaan Soap ke Price pada pandangan pertama. Ini udah pasti sih ya, pas awal-awal aja Soap di bully sama para senior dan disebut FNG alias (maaf) fuckin new guy. Terus juga si Price emang nyebelin banget, terutama pas dia ngomong “what the hell kind of name is Soap eh, how’d a muppet like you pass selection”. Ini baru di dalam scene game aja, diluar mungkin dia lebih nyebelin. Saking nyebelinnya, Soap langsung gambar dia di journalnya dengan caption “Ga tau kenapa Kapten Macmillan ga nyuruh dia tembak bola kemaluannya sendiri”. Dia juga nunjukkin kumisnya Price dengan tanda panah, dia nyebut kumis Price itu Catterpilar atau ulat ya. Oh iya, selama CQB atau Close Quarter Battle, dia melakukan trial 10 kali dan ga sampe ngejar rekornya s Gaz yang 19 detik. Paling cepet dia beresin 22.2 detik.

Kedua, Soap merasa terpukul ketika Mac tewas. Dia tewas di chapter Heat ya, pas Ultranationalist Zakhaev mengepung dan menyerang pasukan SAS dan Nikolai, ketika menuju LZ dia tertembak dan tewas. Di gamenya mungkin enggak begitu di ekspose ya, tapi di dalam jurnalnya dia merasa kehilangan, dan bahkan berpikir bisa jadi dia yang tewas. Mulai sekarang sudah tidak ada FNG2an lagi, jatohnya Soap di sini jadi lebih waspada menghadapi musuh, karena yang dihadapinya sudah sekelas Ultranationalist Rusia, yang memang berbahaya pada zamannya.

Ketiga, Soap merasa menyesal dan merasa gagal Ketika Viktor Bunuh Diri. Kenapa demikian? Karena Soap merasa itu adalah peluang terakhir untuk mengetahui posisi Zakhaev. Dia sudah menggambar layout choke point untuk meng-ambush Viktor Zakhaev (Soap jago gambar juga ya. Hehehehe), dan dalam jurnalnya dia juga kaget ya, ternyata si Viktor cepat juga larinya. Dia nulis Viktor terlihat kayak berumur 39 tahun, tapi larinya kayak orang 22 tahun. Walaupun pada akhirnya dia menyesal, Price memberikan dukungan padanya bahwa pasti Papa Imran bakal balas dendam, dan itu merupakan kesempatan buat SAS.

Keempat, Soap ga nyangka kalau dia nyelamatin dunia pake keyboard komputer, bukan senjata. Yes, dia yang pada waktu itu memasukan abort code rudal milik Rusia yang akan menghantam Amerika, yang dimana misil itu akan merenggut sekitar 41 juta jiwa. Dalam jurnalnya dia nulis bahwa hal tersebut lucu, dan bahkan menuliskan transkip keyboard terjemahan ke bahasa Rusia berikut abort codenya.

Fakta menarik berikutnya, Soap merasa kehilangan atas tewasnya Gaz, Griggs, Mac, dan PRICE. Yes, waktu dia nulis jurnalnya, dia nyangka kalau si Price itu tewas juga, secara pas dia diangkat ke helicopter, dia melihat tim medis melakukan CPR pada Price. Sebagai pengetahuan bahwa aktivitas itu, mompa-mompa dada itu disebut CPR atau Cardiopulmonary resuscitation ya. Biar paham sedikit tentang medis. Hehehehe Lanjut. Hal tersebut terlihat dalam jurnalnya yang dimana dia cukup stress, dan dia gambar-gambar ga jelas selama masa perawatan, dan menyatakan bahwa dirinya harus lebih kuat dari sebelumnya. Selain itu juga dia memberi tahu keluarga Gaz atas tewasnya dia, dan selama masa latihan dan penyembuhan dia pun dengar kabar bahwa Price masih hidup.

Keenam, Price hobi nonton pacuan kuda dan Soap hobi nonton sepak bola. Yes, hal tersebut ada di dalam jurnalnya Soap. Jadi rencananya Soap setelah minum-minum di bar, dia berencana mengunjungi Price di tempat dia biasa nonton pacuan kuda. Sambil membawa cerutu favorit Price yang bermerk Villa Clara’s, dia datang dan mengobrol santai dengan Price sambil taruhan balap kuda. Alhasil, Soap kehilangan 73 Poundsterling karena kalah. Di sisi lain, Soap juga sempat menonton pertandingan sepak bola tim favorit miliknya yang bernama Fatherwell FC (apakah memang tim kota tempat si Soap saya tidak tahu), dan tim favoritnya menang dengan skor 3-2. Dia bahkan sampai nulisin data statistik pertandingan dan menggambar logo lawan. Glasgow FC. Di sini kita bisa lihat ya keseharian Price dan Soap selama off tugas.