Cerberus Gaming

Benarkah Al Asad Hadir Karim? Profil Khaled Al Asad Dalam Call of Duty Modern Warfare 2019 Indonesia

Yes, sesuai shedule yang saya buat, kali ini dan beberapa minggu ke depan saya akan bahas profil karakter Call of Duty Modern Warfare 2019 alias COD MW Rebooting version. Jadi untuk sekarang kita kesampingkan dulu Captain Price, Soap, Roach, Ghost, Yuri, dan Makarov versi original. Ok.

Ok, udah clear ya pikirannya dari Modern Warfare original (hehehehe). Ok, kalau gitu akan saya mulai pembahasan profil karakter dari Khaled Al Asad. Jujur ya, ini karakter beda banget dari versi original, dan juga karakter Al Asad yang satu ini sangat misterius, bikin kita, atau saya tepatnya membuat spekulasi baru mengenai ini orang. Benar atau tidak, sekali lagi saya cuman ngasih teori, atau opini yang mungkin bisa kita diskusikan. Ok, jadi Khaled Al Asad versi 2019 atau versi rebooting ini bisa jadi Hadir Karim. Kenapa bisa begitu? Ok, langsung aja tanpa tunggu lama-lama lagi, let’s check it out.

Ok, sebelum itu saya akan bahas sedikit profil dari sosok baru Khaled Al Asad ini. Berdasarkan intel drop yang baru-baru datang di blog Call of Duty (mereka nyebut biografi karakter CoD sebagai intel drop ya), memang sejatinya Khaled Al Asad adalah orang misterius yang tiba-tiba mengakuisisi Al-Qatala pasca kematian Omar Sulaman alias The Wolf, dan langsung membentuk ulang atau reform Al Qatala menjadi Al Qatala Al Jadid atau New Al Qatala. Ngerinya, Al Qatala yang baru ini punya persenjataan yang gila banget. Dulu dibawah kepeminpinan The Wolf, AQ cuman punya senjata standar dan seadanya gitu, dan juga gas, itu juga gas hasil curian Hadir dari Barkov. Tapi AQ yang baru ini punya tank, pasukan yang sangat banyak dan juga nuklir. Yes, sekali lagi saya sampaikan bahwa AQ yang baru ini punya nuklir. Sontak dengan banyaknya pasokan pasukan dan senjata besar dan hebat dengan mudahnya Khaled Al Asad menguasai Verdanks.

Kenapa si Khaled Al Asad bisa jadi kyak gitu? Jelas… Dekengannya banyak bro. Mulai dari sang pemilik tanah di Verdanks bernama Al Malik, yang memberikan tempat untuk menyimpan persenjataan milik New AQ. Terus juga ada El Traficante, penyeludup handal asal Amerika Latin yang sukses menyeludupkan senjata-senjata dan supply lainnya selama di Verdanks. Ada lagi, the Accountant, yang membantu New AQ dalam sisi keuangan. Bantuan Al Qatala kali ini benar-benar solid dan cukup mengerikan sepertinya ya…

Tapi semua bantuan itu sudah dipatahkan sama Armistice ya. Lewat Operation Headhunter, Kuvalda, Harbringer sampai Operation Strongbox, para pembantu New AQ berhasil dibasmi dan dilumpuhkan aktivitasnya. Tapi apakah New AQ mati begitu saja, of course not. Pembantu-pembantu itu hanyalah pion kecil, sang promotor masih dengan gagah berani berdiri tegak di balik Khaled Al Asad. Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Viktor Zakhaev dan Imran Zakhaev, si keluarga kecil yang bahagia…

Untuk profil Zakhaev Family nanti ya, kita fokus aja dulu ke si Al Asad. Nah, jadi si Al Asad itu siapa? Dia darimana? dan kenapa tiba-tiba dia muncul? Sampai intel drop ini muncul, kita masih belum tahu pasti siapa dia sebenernya. Tapi yang pasti para intelijen analis menggambarkan dia sebagai sosok veteran yang sudah jago banget dalam memimpin organisasi militer, terutama organisasi militer yang bersifat militan dan geriliya. Nah ini nih, dia muncul menjadi sosok baru yang menakutkan setelah dia dibebaskan secara paksa dari penjara oleh pasukan Zakhaev, dan langsung diturunkan ke Verdansk untuk melakukan teror besar-besaran, yang bikin Verdansk jadi kota mati yang kosong dan hanya di huni oleh para penjahat. Para warga Verdanks udah dievakuasi ya, sobat gamer bisa lihat di prologue Spec Ops. Jadi ceritanya CIA dan FSB tuh kaget, kayak kecolongan gitu atas penyerangan new AQ ke Verdanks, makanya mereka bekerja sama jadi Armistice.

Sampai saat ini sebenernya Khaled Al Asad masih belum mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin new AQ, baik itu lewat sebuah video maupun media intel lainnya. Tapi para intelijen menilai bahwa dia sebagai pemimpinnya semenjak ditemukannya foto dia terlihat sedang memimpin, dengan baret khasnya yang berwana merah dan kaca mata hitamnya, membuat dirinya berbeda dari yang lain.

Nah, ini juga nih, sampai sekarang para intelijen analis masih belum tahu masa lalu dari Al Asad, yang dimana dalam bahasa Arab Asad itu artinya Singa ya. Tapi ada yang menyebutkan bahwa dia memiliki garis keturunan dari Urzikstan, sekali lagi. Dia memiliki garis keturunan, atau ada darah keturunan dari negara Urzikstan. Tahu maksudnya kan? Ok, saya tambahin. Selain itu juga nama Khaled Al Asad juga merupakan nom de guerre alias nama samaran yang khusus dipakai untuk perang. Atau dengan kata lain, Nama Khalid Al Asad itu hanya nama perang dari seseorang yang belum diketahui nama aslinya.. Jeng jeeeeeenggg

Hayolooh… Di sini si developer kampret sepertinya sengaja buat bikin kita berspekulasi bahwa si Khaled Al Asad ini adalah Hadir Karim, mantan pejuang kemerdekaan Urzikstan bersama sang kakak Farah Karim yang dimana dia membelot dan dipenjara oleh Rusia. Mirip banget sama rumor bahwa s Alex itu s Ghost, walaupun ujung-ujungnya bukan ya.

Tapi di sini saya hanya akan membeberkan beberapa kemungkinan yang mendekati kalau si Al Asad ini Hadir Karim, dan juga kemungkinan yang nunjukkin kalau dia bukan ya. Ok. langsung aja ya, let’s do this:

  1. Khaled Al Asad dibebaskan secara paksa dari penjara oleh Zakhaev, tepat setelah si Kate Laswell bilang bahwa Zakhaev tertarik pada Hadir.
  2. Khaled Al Asad itu orang Urzikstan dan Khaled Al Asad juga ternyata nama samaran. Lion dan Little Lion.
  3. Menyebut Captain Price Old Friend.

Kemungkina yang nunjukkin kalau dia bukan Hadir:

  1. Hanya ada di bentuk muka dan suara.