Cerberus Gaming

Call of Duty Modern Warfare Haram Buat Rusia! Kok Bisa?

Well, pada kesempatan kali ini saya Sin Cerberus akan kembali membahas Call of Duty, namun kali ini dari sisi lain. Sebenernya bahasan ini udah saya siapin dari taun 2019, tepatnya pas udah Campaign Modern Warfare 2019 udah beres. Tapi ternyata ceritanya berlanjut di Spec Ops dan mau ga mau saya harus fokus melanjutkan cerita dari Call of Duty ini, biar perfect gitu loh. Hehehehe

Yes, bahasan kali ini sepertinya cukup berat ya, yaitu membahas Call of Duty Modern Warfare ini HARAM! Yes, HARAM. Tapi Haramnya bukan buat kita, tapi buat Rusia. Yes… Kalau sobat gamer sudah main atau nonton cerita dari game ini, sangat terlihat jelas ya siapa yang jahat siapa yang baik. Tapi di sini saya akan memberikan beberapa hal mendasar yang membuat game Call of Duty Modern Warfare 2019 ini dibenci dan haram di Rusia, let’s check it out.

Oh iya, sebelum itu saya mau ucapin makasih buat Jembrana Gaming yang sudah ngingetin saya buat bikin konten ini, walaupun awalnya request, tapi jadi keingetan lagi akan konten yang hilang ini. Heheheehe. Terus, please enjoy the new intro from Anonymous 404st yang udah sengaja bikin buat CGTV. Once again, thank you, both of you.

Ok, first thing first, yang bikin game Call of Duty Modern Warfare ini dibenci Rusia adalah inti cerita yang terlalu “Good America Vs Bad Russia.” Jadi di sini ceritanya Amerika ngebantu militan Urzikstan untuk merdeka dan lepas dari genggaman Rusia, yang pada saat itu dipimpin oleh General Barkov. Sebenernya tujuan si Barkov ini bagus, dia pengen menghilangkan ancaman teroris dan membuat negara Urzikstan menjadi negara yang makmur di bawah arahan Rusia. Tapi dia keluar jalur dengan membantai warga Urzikstan dengan gas beracun dengan dalih membantu pasukan militan Urzikstan. Membantai orang tak bersalah, inilah yang jadi poin penting dari istilah “Good America Vs Bad Russia.” Di sini Amerika dan Inggris sebagai sekutu abadinya datang membantu Urzikstan seolah-olah mereka pahlawan Urzikstan agar Urzikstan merdeka.

Menurut saya ini kayak event real life ya, tepatnya event di zaman perang dingin taun 1979 sampai taun 1989 ketika Rusia menginvasi Afghanistan dan para mujahideen yang dipimpin Osama bin Laden membela diri dan di sini pun Amerika via CIA membantu Rusia dan membuat Afghanistan ini sebagai “Vietnamnya Rusia”, dan kemudian Osama bin Laden membelot dan menyerang kedua, baik Rusia maupun Amerika. Osama bin Laden di sini mirip The Wolf bukan? Sobat gamer bisa cek videonya di profil The Wolf Omar Sulaman yang udah saya bikin beberapa waktu lalu.

Walaupun endingnya negara Rusia me-disavow Barkov alias tidak mengakui Barkov (sama kayak Soap dan Price di MW3), dan juga CIA bekerja sama dengan FSB menjadi Armistice, tapi tetap saja sudah mencoreng Rusia cukup keras…

Ya jelas sih ya.. Kalau kita sebagai warga negera Indonesia terus ada yang ngehina Indonesia pasti sakit hati. Saya tinggal di Saudi, dan kalau ada orang Arab ngehina Indonesia itu mental babu sama pemalas itu rasanya… Sakit… Eh, malah jadi curhat. Ok lanjut.

Kedua, Highway of Death… Yes, di sini ada perbedaan antara Highway of Death versi Modern Warfare dan versi real life, sobat gamer bisa cek video versi Modern Warfare di sini.

Sudah kan? Di versi Modern Warfare ini Highway of Death dibuat oleh Rusia dengan membantai pasukan Urzikstan dan retreat dari peperangan. How about real life version? Di versi real life, Highway of Death, atau nama lainnya Highyway 80 dibuat oleh Amerika dan para sekutunya. Yes, peristiwa ini terjadi pada tanggal 25–27 February 1991. Saat itu, perang teluk sedang terjadi, dan pasukan Iraq yang retreat dibantai oleh pasukan Amerika dan koalisinya, antara lain Kanada, Prancis, dan Inggris. Tempat ini berada di perbatasan Kuwait dan Iraq, tepatnya di perbatasan Kuwait City dan Safwan, kota di tenggara Iraq. Sekitar 1,400 sampai 2,000 kendaraan perang ditinggalkan dan sampai sekarang sisa sisa pembantaian tersebut masih ada…

Kejadian tersebut pada zamannya menuai banyak kontroversi, kyaknya kalau diinget-inget sekarang juga pasti kontroversi. Pertama, yang mereka bantai ternyata ada tawanan Kuwait juga yang harusnya mereka selamatkan, ternyata malah ikut kebantai. Kedua, di sana juga ada anak-anak dan wanita yang dimana mereka adalah keluarga dari tentara dan orang-orang yang pro Irak. Ketiga jelas hal tersebut melanggar konvensi Jenewa yang dimana di dalamnya terdapat aturan bahwa pasukan yang retreat tidak diperbolehkan untuk diserang. Harus dibiarkan meninggalkan Battlefield, tapi kenyataannya lain… So? Apakah di sini Pasukan Amerika dan koalisinya adalah penjahat perang? Who knows..

Nah, yang jadi masalah di sini adalah dalam game Call of Duty Modern Warfare ini mereka terkesan memutar balikan fakta. Di dalam game yang membuat dan melakukan pembantaian keji itu Rusia, sedangkan aslinya itu pasukan Amerika. Jelas sontak para warga Rusia marah, seolah-olah jadi ada propaganda anti Rusia, atau black campaign atas Rusia.

Ok, mungkin itu dua hal utama yang bikin Rusia marah dan mengharamkan game Call of Duty Modern Warfare ini hadir di Rusia, di PS Store Rusia pun game ini sudah dicabut, dan review-review gaming di Rusia pun jelek banget.

Tapi menurut saya.. Ini cuman komentar pribadi ya. Bagi saya satu sama, yes… Satu sama, even, seimbang. Kenapa seimbang? Well, ok. Kali ini di Call of Duty Modern Warfare rebooting ini Rusia yang jadi “korban propaganda” sang developer. Tapi kalau kita balik lagi ke game Call of Duty Modern Warfare 2 pada tahun 2009 lalu, kita juga udah mainin versi Remasterednya, sobat gamer bisa cek, para warga Amerika, khususnya gamer Amerika juga kesal dengan gamer tersebut. Kenapa? Pertama di sana diperlihatkan Virginia, salah satu negara bagian Amerika diserang Rusia. Bukan hanya itu, White House juga diduduki oleh Rusia, walaupun akhirnya berhasil direbut Ranger USA, tapi hal tersebut nunjukkin kalau USA itu udah kalah. Kalau ga dibantu si Price pake EMP pasti udah kalah.

Itu pertama. Kedua, si Shepherd yang berkhiatan dan jahat. Sobat gamer tahu kan dia dari mana? Yes.. Dia dari Amerika, dan secara tidak langsung menunjukkan bahwa penjahat dari kekacauan dari game MW2 ini ya Amerika. Makarov hanya sebagai instrument dalam MW2. Para gamer pun bilang bahwa game Call of Duty Modern Warfare 2 ini (maaf) SUCKS!

Ketiga, jelas, menuai kontroversi karena “No Russian”, kita jadi teroris nembak-nembakin sipil di Bandara Rusia, dan itu yang jadi cikal bakal penyerangan Rusia karena Rusia menuduh Amerika yang membuat pembantaian itu setelah melihat jasad Joseph Allen, CIA yang menyamar sebagai teman Makarov. Hal ini pun sampai dibahas di Fox News, karena pada zamannya hal tersebut sangat kontorvesial. Sobat gamer bisa cek cuplikannya. So, saya rasa imbang. Amerika udah kena, sekarang Rusia yang kena.