Cerberus Gaming

FIFA 20 Hands On dan First Impression

Demo FIFA 20 telah tiba, dan di akhir September ini sobat gamer sudah bisa membeli game full versionnya. Nah, kali ini saya akan mencoba menilai bagaimana game ini berjalan, apakah menarik? Sama saja? Atau bahkan lebih buruk?

Gameplay

Seperti yang sudah sobat gamer ketahui bahwa game demo FIFA 20 hanya berisi beberapa tim, 3 stadion, dan fitur fase grup Champions League saja. Selain permainan biasa, gamer juga bisa mencoba Volta Football, yang dimana di demo ini hanya menyertakan game 3v3 saja, alias 3 lawan 3.

Untuk controlnya dan gerakannya, saya masih belum menemukan perbedaan dengan FIFA 19, yang dimana pada waktu itu perbedaan antara FIFA 18 ke FIFA 19 benar-benar dirubah signifikan. Terasa sekali antara sprint dan dribbling sprint, dan sekarang saya masih merasakan hal itu di game FIFA 20. Strategi, formasi, dan tactics perorangan juga masih sama dengan FIFA 19, sobat gamer tidak perlu menyesuaikan lagi dengan yang baru.

Apakah sama semuanya gameplay dan controlnya? Tidak semua. Untuk tendangan bebas sobat gamer akan mendapatkan perbedaan dari cara tendangnya. di FIFA 19 gamer dituntut untut bisa menentukan arah secara horizontal dan vertikal. Nah, untuk kali ini di FIFA 20 gamer dipermudah, tapi tidak mudah.

Maksudnya? Maksudnya adalah gamer di sini akan diberikan kursor yang mengarah pada arah gawang, mau ke tengah sampai ke paling pojok gawang pun sobat gamer bisa mengarahkan ke sana. Namun yang jadi masalah sobat gamer harus statis mengarahkan kursor ke arah tersebut sambil menekan tombol tendangan yang dimana sobat gamer juga harus mengatur power dan akurasi tendangannya. Saya pribadi masih belum bisa menguasai teknik tendangan bebas yang baru ini, tapi saya yakin ke depannya kita semua bakal bisa jika kita sudah biasa memainkannya.

VOLTA FOOTBALL

Yup, Volta Football. Pada kesempatan di demo FIFA 20 ini gamer bisa melihat bagaimana bintang baru Real Madrid, Vinicius Jr. beraksi di lapangan Undergroun di Amsterdam. Dengan gameplay 3on3, sobat gamer dituntut untuk bisa mencetak empat gol dan hanya diberi waktu tiga menit saja, tanpa kiper, tanpa out ball, goal kick, dan corner kick. Sobat gamer juga bisa menjadikan dinding tembok sebagai senjata sobat gamer buat mengecoh lawan.

Namun sayang, karena saya merindukan gameplay FIFA Street di PS2 dulu, fitur skill feint untuk menggocek lawan tidak ada. Sobat gamer harus menggunakan link feint yang biasa yang sudah tersedia di dalam game ini. Tapi so far gameplay Volta Football di FIFA 20 ini cukup memuaskan, walaupun cukup singkat untuk dimainkan.

Jadi begitulah isi demo FIFA 20 yang telah saya mainkan. Bagi saya game ini layak ditunggu, karena masih banyak yang bisa kita dapatkan di dalam game ini (kecuali icon tim Juventus), dan juga masih akan ada banyak gameplay Volta Football di dalamnya, terutama story mode yang akan di sajikan nanti. Bagaimana menurut sobat gamer? Apakah game FIFA 20 ini layak ditunggu? Atau lebih prefer PES 2020? Tuliskan di kolom komentar ya. 🙂