Cerberus Gaming

FIFA 20 VS PES 2020, Pertarungan Game Sepak Bola Terpanas dan Tergila Tahun Ini!

Seri FIFA dan Pro Evolution Soccer, atau yang sudah kita kenal dengan sebutan PES, tahun ke tahun terus melakukan persaingan untuk menjadi game sepak bola terpopuler di dunia. Sudah banyak seri-seri tahunan yang dikeluarkan oleh mereka dan juga saling berlomba untuk menggaet para gamer, baik itu dari segi promosi maupun dari segi desain gamenya, mau itu gameplay, grafis, dan juga penunjang game lainnya. Tahun ini mereka akan kembali bertarung lewat FIFA 20 dan PES 2020, apa yang telah terjadi dengan kedua game ini? Berikut ulasannya.

Prologue

Menurut saya, tahun lalu ketika Konami dan EA Sports ‘berperang’ lewat FIFA 19 dan PES 2019, saya akui game besutan EA ini menang telak. Kenapa? Jelas, Liga Champions yang awalnya diakuisisi Konami berpindah tangan pada EA, dan secara otomatis mendongkrak penjualan dari game FIFA 19. Ditambah adanya saga terakhir story mode dari game FIFA 19 yang dibintangi oleh Hunter bersaudara dan Danny William yang membuat para gamer sebelumnya ‘terpaksa’ membeli game ini karena penasaran dengan ending ceritanya.

Tidak tanggung-tanggung, FIFA 19 berhasil meraih tiga pengharagaan dari Game Critics Award, Gamescom Award, dan National Academy of Video Game Trade Reviewers Awards sebagai best sport games mengalahkan PES 2019. Meskipun begitu, dibandingkan dengan game sebelumnya, keduanya mengalami penurunan dari segi sales di awal penjualan. FIFA 19 mengalami penurunan sebesar 25% dibanding FIFA 18 dan PES 2019 turun 42%.

HOW ABOUT NOW?

Tahun ini saya nobatkan menjadi persaingan terpanas dan tergila jika dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya. Kenapa? Karena tahun ini mereka berperang bukan hanya dari segi adu kualitas, tapi dari strategi bisnis juga. Sepanas dan segila apa perang FIFA 20 vs PES 2020 ini, berikut faktor-faktornya.

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo FIFA 20

Sudah sangat jelas bahwa pengaruh Mega Bintang satu ini sangat signifikan terasa pengaruhnya dalam pertarungan tahun ini. Semua berawal dari adanya tuduhan pemerkosaan terhadap Cristiano Ronaldo, yang dimana dia pun menyangkal tuduhan tersebut dan sudah memberi ‘uang damai’ pada si pelapor. Namun karena kasus tak kunjung surut, para sponsor pun mulai ragu, salah satunya EA Sports. Cristiano Ronaldo yang pada saat itu menjadi cover FIFA 19 pun ditengah-tengah peredaran dicabut dan digantikan oleh Neymar Jr, Paulo Dybala dan Kevin de Bruyne.

EA Sports selaku developer pun menegaskan bahwa atlet yang disponsori mereka haruslah atlet yang “bersih”, dengan kata lain para atlet mereka harus terbebas dari berbagai kasus. Hal ini membuat Cristiano Ronaldo dan Juventus kecewa dan tertekan. Kekecewaan ini jelas langsung dimanfaatkan oleh Konami dan membuat deal ekslusif dengan Juventus. Juventus pun jelas menerima sebagai momen balas dendam atas apa yang telah dilakukan EA Sports pada bintang barunya tersebut.

Karena hal tersebut, EA Sports tidak boleh memakai logo dan emblem Juventus di dalam game FIFA 20, dan karena hal itu pula, saham EA anjlok 3,5% dan mengalami kerugian sebesar 11 Triliun rupiah. Cukup panas dan gila pertarungan tahun ini…

eFootball

FIFA 20 vs PES 2020

Selain Cristiano Ronaldo, yang membuat game PES 2020 kali ini melakukan perlawanan berarti adalah dengan adanya kata eFootball dalam game ini. Yup, esports merupakan istilah yang sedang digandrungi saat ini, menandakan bahwa para pemain di dalamnya benar-benar mendikasikan dirinya menjadi seorang gamer profesional. Dengan membubuhkan kata eFootball dalam game PES 2020 ini, para pemain game sepak bola profesional bakal datang berbondong-bondong dan fokus memaikan game ini.

Website untuk eFootball ini pun sudah ada, dan sejauh dalam websitenya, tidak ada sama sekali disebutkan adanya game FIFA. Hal tersebut menandakan bahwa seolah-olah game FIFA 20 ini hanyalah game biasa dan tidak tepat untuk dijadikan game sepak bola profesional. Bisa dibilang bahwa Konami melakukan hal yang tepat untuk membubuhkan kata eFootball ini, karena hal tersebut berhasil merangkul komunitas gamer sepak bola profesional.

Apa FIFA Melakukan Perlawanan?

Dengan adanya faktor Cristiano Ronaldo dan eFootball memang terasa terkena pukulan telak pada pertandingan FIFA vs PES tahun ini. Tapi EA Sports selaku developer tidak hanya diam saja. FIFA 20 tetap menyajikan kreasi gameplay yang unik dan tetap meyakinkan untuk dimainkan, salah satunya Volta Football.

Dalam game FIFA 20 ini, Volta Football dihadirkan selain sebagai sebagai pengganti trilogy saga Alex Hunter, fitur ini juga dihadirkan sebagai “obat kangen” para gamer pada game FIFA Street. Walaupun banyak gameplay yang berbeda dengan FIFA Street versi PS2, namun tetap menyajikan sesuatu yang fresh dan menarik. Ditambah lagi dengan adanya story mode Volta Football yang dimana gamer menjelajahi budaya sepak bola jalanan di seluruh dunia, membuat game ini terasa fun dan immersive.

Selain Volta Football, yang membuat FIFA 20 tetap dinikmati oleh para fans-nya adalah atlet-atlet sponsored FIFA 20 yang kooperatif. Jika gamer melihat trailer terbaru dari game ini, gamer bisa melihat bagaimana kerennya para atlet-atlet FIFA beraksi dalam trailer, mulai dari Hazard, Vinicius Jr, sampai bintang sepak bola wanita Megan Rapione pun ikut memeriahkan game ini.”Wrong Breaks New Ground”, tagline terbaru dari EA Sports untuk FIFA 20 ini seakan menjadi bukti perlawanan mereka terhadap kompetitor mereka.

Who’s Winner

Kedua game ini telah dirilis, banyak para reviewer yang menilai game ini. Dari segi kualitas, tahun ini EA Sports harus mengakui kekalahan dari eFoortball PES 2020. Kenapa? Karena jika dibandingkan dengan nilai-nilai dari para reviewer, PES 2020 mampu mengalahkan FIFA 20. Sobat gamer bisa lihat sendiri nilainya yang saya dapatkan dari Wikipedia. Semakin yakin, tahun ini PES 2020 berhasil mendapatkan penghargaan sebagai The Best Game Sport dalam acara Game Critics Awards.

Apa dengan begini EA Sports benar-benar kalah? Hm.. Enggak juga, para fans ternyata masih stay pada FIFA 20, terutama di kawasan Europa, Middle East, dan Afrika. Hal ini dibuktikan dengan dinobatkannya FIFA 20 sebagai game terlaris di kawasan ini secara empat minggu berturut-turut. Selain itu juga EA Sports merayakan tercapainya 10 juta pemain yang bermain FIFA 20, menandakan bahwa para fans FIFA tidak berpaling pada game besutan Konami.

How about PES 2020? Sejujurnya saya ga begitu pasti tahu berapa penjualan game ini secara worldwide, tapi saya mendapatkan berita bahwa game ini sempat jadi game terlaris nomor 3 di Inggris, dan jadi game terlaris kedua di Jepang setelah Monster Hunter: Icebourne di minggu-mimggu pertamanya. Mungkin jika sobat gamer tahu info mengenai sales PES 2020, sobat gamer bisa langsung menulisnya di kolom komentar.

Bagaimana menurut sobat gamer, apakah eFootball PES 2020 benar-benar bisa mengalahkan FIFA 20 tahun ini? Ataukah FIFA masih bisa bertahan dan bahkan tetap unggul dari PES? Sebenernya kalau dari gamplay dan kualitas gamenya, saya lebih seneng sama PES ya, tapi saya mainnya FIFA 20 karena saya sekarang lagi tinggal di daratan timur tengah dan kebanyakan orang-orangnya main FIFA. Bagaimana dengan sobat gamer? Sobat gamer bisa langsung tulis unek-uneknya di kolom komentar. Let me know. 🙂

Jangan lupa like video ini dan subscribe channel ini agar tidak ketinggalan video dari kami berikutnya.

Sumber: Berbagai Sumber