Cerberus Gaming

GAZ TUKANG NGE-GAZ! Profil Kyle “Gaz” Garrick Dalam Call of Duty Modern Warfare 2019 Indonesia

Yes, kali ini saya Sin Cerberus akan melanjutkan profil karakter dari seri Call of Duty Modern Warfare versi reboot, alias COD MW keluaran 2019. Nah, pada video kali ini saya akan bahas karakter baru, sebenernya ga baru juga sih ya, lebih ke arah karakter yang kena reboot. Yes, dialah Gaz, alias Sgt. Kyle Garrick. Kita bisa tahu dia dijuluki Gaz di ending campaign ya, yang dimana julukan dia ini disebutkan oleh Price, padahal seharusnyajulukan tentara itu sudah ada di awal-awal game ya. Tapi ya saya yakin tujuan developer bikin kyak gitu biar kita kaget, dan ngomong, “oh, jadi selama ini Kyle Garrick tuh si Gaz?” dan ungkapan terkejut lainnya. Hehehehe

Sebenernya nama Kyle Garrick ini nama original dari Gaz ya di versi rebooting ini. Soalnya di versi originalnya nama asli dari Gaz sama sekali tidak diketahui. Di display namanya Gaz, dan bahkan di Soap Journal pun disebutnya juga Gaz, dan sampai akhir hayatnya pun kita tidak tahu nama asli dari Gaz versi original. Nah, sosok Gaz versi tahun 2019 muncul dengan sosok yang baru, baik itu penampilannya dan juga nama aslinya. Tapi kita tidak akan bahas kenapa penampilannya seperti ini atau semacamnya, kali ini saya akan bahas lebih ke arah siapa dia, dan personality-nya. So, sekali lagi saya minta untuk memindahkan memori Gaz versi original, dan terimalah ulasan singkat mengenai profil Sgt. Kyle “Gaz” Garrick. Let’s check it out.

Sgt. Kyle Garrick, adalah seorang pasukan elit dari Special Air Service atau biasa kita kenal dengan sebutan SAS, yang dimana sampai event ini berlangsung, dia telah menjabat sebagai sersan di sana selama 6 tahun. Dia memulai karir militernya bersama British Army pada tahun 2014. Dia bertugas di Resimen Queen’s Lancashire selama empat tahun, dan selama itu dia sudah memiliki keahlian test flights dan marksmanship shoot, sampai akhirnya dia dipanggil menjadi Her Majesty Elite force bersama SAS.

Selama karirnya dia telah melanglang buana ke daerah eropa dan timur tengah, diantaranya rlandia Utara, Bosnia, Turki, Irak, Afghanistan, dan Suriah. Tentu saja, tugas dia disana adalah untuk memburu teroris. Jadi Sgt Gaz ini memang spesialis counter terror ya. Tidak heran jika dia langsung tahu lokasi teroris Al-Qatala berada tepat setelah penyerangan di Piccadilly berakhir. Selain itu juga dia sering mengikuti latihan bersama dengan negara lain, dan tentu saja lebih seringnya dengan US Army, sang sekutu abadi Inggris. Dia mendapatkan penghargaan U.S. Marine Corps Gold Parachute Wings ketika dia melakukan latihan gabungan bersama Navy SEAL di Marine Corps Base Camp Lejeune, North Carolina.

Selain itu juga selama dia berkarir di dunia militer, dia sudah mendapatkan banyak penghargaan lain. Diantaranya ada Queen’s Gallantry Medal, the South Atlantic Medal, dan the General Service Medal karena usaha dia dalam memberantas teroris di timur tengah dan mengagalkan distribusi opium, yang dimana pada waktu itu opium yang digagalkannya merupakan salah satu sumber pendapatan dari teroris.

Sebelum event campaign berlangsung, Kyle sering aktif pada misi-misi di timur tengah. Namun semua berubah setelah iklim politik di sana berubah. Kondisi di sana semakin rumit yang mengharuskan dirinya ditarik dari timur tengah dan “dirumahkan.” Dengan kata lain, Kyle harus bertugas di dalam Inggris saja, dibantu oleh pasukan metro police. Sebenernya dia ga senang dengan hal tersebut karena faktor birokrasi, dan dia tetap berusaha agar bisa kembali menjalankan misinya di timur tengah. Tapi nyatanya tugas di dalam negeri lebih seram dan menantang, karena taruhannya warga sipil.

Untuk skill, secara fisik dia mengklaim dirinya tidak sebagus para prajurit lain. Tapi dia memiliki kelebihan lain, mentality dan tactical skill. Dia menjadi satu-satunya prajurit yang lolos tes interogasi dan tes escape plan ketika pelatihan. Jadi ceritanya SAS waktu itu bikin tes interogasi, Kyle di siksa secara fisik dan mental. Kasarnya, kalau si prajurit itu ngaku dan membongkar institusinya, gagal, tapi kalau masih bertahan dan bahkan bisa kabur dari tempat yang sudah dirancang sedemikian rupa, berarti dia berhasil. Dari pelatihan itu, Gazlah satu-satunya yang berhasil. Wow…

Dia pun pernah berkata bahwa fisik bukanlah segalanya. Dia berkata bahwa banyak yang bilang kalau di SAS itu hanya fisik, fisik, dan fisik, padahal kerjaan dia lebih banyak ke arah olah mental dan cenderung tactical. Dia lebih memilih orang yang mentalnya dua kali lebih hebat dibanding fisiknya, daripada orang yang mentalnya kurang kuat walaupun fisik orang itu kuat sekalipun,

Meskipun begitu, secara personality, si Kyle Garrick cenderung tukang nge-gas ya, walaupun masih bisa sabar dan masih menuruti aturan. Sobat gamer bisa lihat dia ketika dia greget dan kesel, dan nge-gas pas sebenernya dia itu udah tau lokasi AQ. Tapi karena hal biroksasi, hal tersebut harus ketahan dan itu adalah sebuah kesalahan. Maka jadilah tragedi Piccadilly. Kalau saja birokrasi itu ga alot, tragedi tersebut mungkin saja bisa dihindari. Bukan hanya itu, dia juga terlihat nge-gas pas interogasi The Butcher. Dia keintimidasi banget sama ucapan si Bucher dan untungnya bisa ditahan Price. Walaupun ujung-ujungnya kaget juga si Kyle pas si Price interogasi si Butcher pake anak istrinya. Si Price lebih sadis bro…

Sebagai penutup, ada salah satu quote yang menarik dari dari Sgt. Kyle “Gaz” Garirick ini. “We move in silence, do our job, and melt away. No publicity, no media. It takes stamina, willpower, guts and brains. Got those, we’ll welcome you a try at being one of us. If you haven’t got all that, then off with you…” yang artinya “Kita bergerak diam-diam, lakuin tugas kita, dan pergi. Ga ada publikasi, ga ada media. Kyak gitu perlu kekuatan, keteguhan, nyali, dan otak (pikiran). Lu punya itu, kita bakal nyambut lu dan coba jadiin lu salah satu dari kita. Tapi kalo lu ga punya semuanya, mending lu pergi aja.”