Cerberus Gaming

GILA! KOK BISA?! Profil Viktor Zakhaev Call of Duty Modern Warfare 2019 Indonesia

Ok, kali ini sesuai judul video ini saya akan bahas sedikit profil dari Viktor Zakhaev. Tokoh antagonis baru yang muncul pasca campaign Modern Warfare 2019. Berbeda dengan versi original, sepertinya Viktor Zakhaev yang satu ini akan memilik peran yang sangat-sangat penting pada cerita kali ini. Dan jujur aja ya, saya pas bikin konten ini saya ngerasa kaget, bingung, aneh, bertanya-tanya… Sampai sekarang.. Kok bisa??? Ok, kekagetan, kebingungan, dan keanehan ini akan saya bagikan pada sobat gamer ya. Semoga kita bisa diskusi dan ngobrol-ngobrol seru  ya. Saya senang sekali ngobrol-ngobrol dengan sobat gamer di kolom komentar. Setidaknya we are friends, bukan idola fans, makanya saya sebut teman-teman semua sobat gamer ya. Hehehehe

Ok, selain itu juga saya akan ngasih tahu bahwa ulasan kali ini akan cukup berat ya. Saya akan menggabungkan dan mencampur adukan realita dan fiktif menjadi satu cerita yang bisa dibilang mengerikan. Loh kok bisa? Ok. Kita langsung saja mulai. So, prepare yourself..

Viktor Zakhaev lahir dan tumbuh berkembang di tahun 1960-an. Suatu zaman dimana Rusia sedang gencar-gencarnya menyebarkan ideologi komunisme. Yes, pasca Perang Dunia II, ketika negara Amerika istirahat dari semua peperangan yang terjadi, Rusia (yang waktu itu masih menjadi USSR alias United Soviet Republic Socialist) malah melebarkan sayapnya dengan menyebarkan ideologi komunisme atau sosialisme yang dianut oleh negara tersebut, dengan tujuan menjadi negara terkuat di dunia.

Masa-masa tersebut tidak serta merta hanya promosi ideologi saja. Hanya karena ambisi itu saja sudah ada banyak pertumpahan darah di dunia, dan di sini juga Amerika tidak tinggal diam. Mereka yang awalnya ingin istirahat pada akhirnya tertarik juga menjadi negara super power, negara adi kuasa dan adidaya, dengan menyebarkan paham liberalisme, atau kapitalisme. Maka terjadilah perang dingin, perang antara Rusia dan Amerika secara tidak langsung, yang terjadi di berbagai belahan dunia, seperti Korea, Afganistan, dan Vietnam.

Viktor Zakhaev adalah seorang dari pahlawan di perang dingin ini, Imran Zakhaev. Yes, di saat Viktor masih kecil. Dimana Uni soviet Imran Zakhaev adalah seorang pahlawan karena dialah salah satu orang yang menyebarkan paham komunisme pada negara-negara lain untuk memperkuat barisan Uni Soviet. Ini apakah tugas langsung dari Soviet ataukah memang Imran Zakhaev secara sukarela melakukan ini, kita masih belum tahu ya. Imran Zakhaev pada waktu itu menjabat sebagai salah satu staff tinggi di kementrian dalam negeri di Uni Soviet. Nah, selama menjalankan tugas “misionarisnya” selama perang dingin, Imran Zakhaev sering mengajak Viktor kecil bersamanya. Mengakses sistem bunker dan terowongan bawah tanah bersama Ayahnya, Viktor di masa kecil ini sudah membiasakan diri hidup di dunia yang bisa dibilang berbahaya, bahkan dirasa menyenangkan menurutnya.

Imran Zakhaev yang satu ini bisa dibilang seorang ayah yang baik untuk Viktor. Imran memiliki harapan tinggi pada anaknya untuk sukses. Makanya ketika Viktor beranjak remaja, dia disekolahkan di sekolah bergengsi di Verdanks, yes, di Verdanks, karena waktu itu Verdanks masih jadi bagian Uni Soviet. Sebetulnya Viktor remaja ini benci sekali sama pendidikan akademis, dia lebih senang dengan kehidupan dirinya ketika bersama ayahnya jalan-jalan di bunker yang membuat dia fasih berbahasa Italia, Jerman, Inggris, dan Prancis. Tapi karena Viktor mencintai dan tunduk pada ayahnya (anak yang berbakti ya), Viktor harus menerima keputusan ayahnya.

Namun hal tersebut tidak berjalan lancar. Baru juga masuk sekolah Verdanks, dia sudah harus dikeluarkan karena melawan guru yang hendak memukul dirinya dengan tongkat karena guru tersebut akan memberikan hukuman fisik padanya. Hal tersebut malah jadi petaka baru buat Viktor remaja ini. Karena pada akhirnya dia dikirim ke Sekolah Militer di Suvo, sebuah kawasan kecil di Rusia yang dimana tempat tersebut lebih keras dari sekolah dia sebelumnya di Verdanks.

Viktor pun beranjak dewasa di tahun 1990-an, suatu kondisi dimana perang dingin hampir usai dan Uni Soviet telah pecah! Viktor lulus dengan kualifikasi sebagai paratrooper alias pasukan terjun payung, dan dia ditugaskan sebagai Soviet Airborne Troops di Tajikistan, sebagai pasukan penjaga perdamaian untuk meredakan konflik etnis yang akan menyebabkan serangkaian perang saudara dan jadi salah satu faktor runtuhnya Uni Soviet. By the way Tajikistan itu negara real ya. Bukan negera fiktif kayak Urzikstan dan Kastovia. Negara ini ada di wilayah Asia Tengah ditengah-tengah Uzbekistan, Afgahnistan, dan Pakistan.

Ok, lanjut. Di sisi lain, sang ayah Imran Zakhaev merasa frustasi, ketika negara-negara di Eropa Timur sisa pecahan Uni soviet sedikit demi sedikit sudah mulai mengikuti ideologi Amerika. Imran Zakhaev merasa kalah, merasa perjuangannya selama ini sia-sia. Mengetahui hal itu, Viktor sang anak pun berhenti dari militer dan menjadi penerus ayahnya untuk terus berjuang demi reklamasi The Mother Russia. Pada Desember 1994, berita buruk menimpa keluarga Zakhaev. Imran Zakhaev menjalani operasi jantung dan dirawat di rumah sakit selama berbulan-bulan. Viktor mengklaim bahwa sakit yang diderita ayahnya itu adalah karena rasa bersalah dan perasaan gagalnya yang terus dipendam dan dipikirkan oleh sang ayah…

Sepulangnya di rumah sakit, Imran Zakhaev masih melakukan tugasnya sebagai misionaris Rusia, namun kali ini sepertinya lebih ekstrim. Kenapa? Karena misi-misi yang dilakukan oleh Imran Zakhaev kali ini benar-benar mengancam nyawanya. Salah satunya dia hampir mati oleh Captain Price dan Macmillan di Pripyat. Di sisi lain Viktor bergabung dengan divisi paling rahasia di FSB, memerangi terorisme dan kejahatan di wilayah Chechnya dan sekitarnya. Yes, dia masih memerangi terorisme yang mengancam negara sekaligus menjadi misionaris untuk membuat Rusia berjaya dan mempengaruhi negara-negara lainnya.

Namun semua berubah di tahun 2011… Imran Zakhaev, sang pahlawan perang dingin di mata Rusia (walaupun gagalnya) dan sebagai ayah dari Viktor Zakhaev, meninggal dunia.. Ya.. Imran Zakhaev yang di versi original ikut andil dalam event Modern Warfare, di versi rebooting diceritakan meninggal 8 tahun sebelum event dalam gamenya berlangsung… Informasi ini yang buat saya kaget, bingung, bertanya-tanya. Tapi sudah, kita lanjutin dulu ya ceritanya.

Nah, di sini ceritanya Viktor Zakhaev kecewa berat, sedih, dan merasa frustasi atas meninggalnya sang ayah. Viktor puun memutuskan untuk pergi dari Rusia bersama istrinya Yuila. Di sinilah sisi jahat Viktor bangkit. Dia sudah tidak terikat lagi dengan pemerintahan Rusia, sudah tidak terikat lagi dengan FSB, dan berubah menjadi sosok yang jahat. Dia melihat potensi untuk menjual belikan senjata-senjata ke negara-negara pecahan uni soviet dan membuat mereka kacau karena kekosongan kekuasaan.

Viktor dilaporkan bisa melakukan hal tersebut karena memiliki koneksi dengan sisa-sisa loyalis dari ayahnya untuk menyeludupkan senjata dari Eropa Timur ke Afrika dan Timur Tengah. Awalnya dia melakukan ini hanya untuk mencari keuntungan semata. Karena somehow dia teringat kembali dengan ambisi ayahnya untuk membuat Rusia menjadi kembali menjadi uni soviet, dia berubah haluan dengan memberikan politik dan taktik baru, khas Viktor yang lebih berbahaya. Langkah pertama yang dilakukan oleh Viktor adalah dengan membiayai new AQ untuk mengamuk di Verdanks, dibawah pimpinan baru yang bernama Khaled Al Asad.