Cerberus Gaming

KENAPA DIA BISA JAHAT? | Profil Makarov Dalam Call of Duty Modern Warfare Indonesia Part 1

Ok, sesuai judulnya, kali ini saya akan bahas karakter villain yang menurut saya cukup iconic dan jadi villain yang paling jahat dari semua villain yang ada. Ya saya akui ya, si Raul Menendez dari seri Black Ops 2 juga cukup jahat dan banyak koleganya. Tapi yang bikin saya nganggap villain yang satu ini paling jahat  jelas, karena event No Russian. Dialah Vladimir Makarov, villain gila, cerdas, dan tanpa ampun yang menjadi salah satu four horsemen of apocalypse dalam seri Call of Duty Modern Warfare Original. So, tanpa tunggu lama-lama lagi, berikut ulasannya.

Vladimir Makarov, ada yang bilang Vladimir R Makarov, ada yang bilang juga Vladimir A Makarov (saya juga ga tau R sama A kepanjangannya apa dan mana yang bener), merupakan seorang pemimpin organisasi teroris Inner Circle dan jaringan teroris Ultranationalist, juga memiliki kedekatan khusus dengan Sudanese Army dan Janjaweed Militia, pasukan pemberontak yang berdomisili di wilayah Afrika. Pada akhirnya dia menjadi penguasa negara  Ultranasionalist Rusia, walaupun hanya sebentar setelah dirinya menyerang dan menyekap presiden Boris Vorshevsky. Loh? Kan presiden Boris Ultranationalist juga, kenapa Makarov nyerang? Kan sama-sama Ultranationalist. Yes, cerita perang dalam seri Modern Warfare original itu emang kompleks dan terbilang. So, saya akan coba jelasin dari awal banget ya. Biar terasa jelas. Kalau bahasannya berat maaf ya, emang politik dan perang tuh bahasan yang cukup berat buat di bahas. Hehehehe

Ok, Vladimir Makarov, lahir di Ivanovo, sebuah kota di negara Rusia pada tanggal 10 April 1970. Sebelum jadi teroris kejam, dia juga ternyata punya pengalaman di bidang militer. Dia merupakan lulusan Frunze Military Academy di Rusia sebagai Kapten paratrooper 98th Guards Airborne Division di VDV, Vozdushno-desantnye voyska Rossii atau bahasa Inggrisnya Russian Airborne Forces. Pada dia berusia 19 tahun, dia ditugaskan di Berlin pada saat tembok Berlin runtuh. Jadi dulu itu Jerman terbagi dua, Jerman Barat dan Jerman Timur. Namun pada 3 Oktober 1990, Jerman Barat dan Jerman Timur resmi bersatu dan menjadi satu negara utuh, yaitu Jerman.

Nah, setelah event itu, Makarov masuk ke dalam Special Force Rusia, atau yang sudah kita kenal dengan istilah Spetsnaz dan ditugaskan ke Checnnya pada event First Chechen War yang berlangsung pada 11 Dec, 1994 –  31 Aug , 1996. Nah, dari event ini disebutkan bahwa pasukan dimana Makarov berada terlibat dengan sebuah penyerangan yang brutal, yang mengakibatkan korban sipil, dan juga melanggar konvensi Jenewa. Ini jatohnya diduga ya, jadi masih belum tentu benar. Baru disebutkan terlibat aja.

PBB pun atas desakan Amerika datang dan menginvestigasi kejadian tersebut, karena menyalahi aturan tentang hak asasi manusia. Jelas, karena pasukan Makarov yang terlibat, nama dirinya pun tercantum dalam daftar investigasi. Pada akhirnya pemerintah Rusia melakukan penawaran, jika ingin selamat dan tidak dihukum, Makarov harus keluar dari Russian Army. Pada akhirnya Makarov keluar dari Army dan penyelidikan PBB pun dibatalkan.

Apakah selesai begitu saja? Tentu saja tidak. Makarov sangat dendam pada pihak barat karena gara-gara mereka karirnya di militer sudah tamat, dan juga Amerika dinilai terlalu ikut campur pada peperangan antara Checnnya dan Rusia. Frustasi, akhirnya Makarov memilih untuk menjadi pembunuh bayaran untuk organisasi teroris dan kriminal. Jadi di sini ceritanya Makarov belum memiliki jaringan teroris ya, dia hanya jadi kacung buat para organisasi kriminal yang sudah exist.

Nah, di sisi lain, Imran Zakhaev, sang pemimpin Ultranationalist Rusia ini memperhatikan Makarov, dan tertarik dengannya, karena satu tujuan dan memiliki latar belakang yang sama, yaitu sama-sama tidak suka pada pihak Barat. Nah, maka dari itu jadilah anak buah Zakhaev dan bahkan jadi orang kepercayaan Zakhaev pasca penyelamatan Zakhaev yang hampir dibunuh oleh Captain Price di Prypyat.

Beberapa tahun kemudian pasca event Prypyat, Four Horsemen dibentuk. Mereka yang bertujuan untuk menguasai dunia dan membungkan kekuatan Barat itu terdiri dari Vladimir Makarov sebagai The First Horsemen, Khaled Al Asad sebagai The Second Horsemen, dan juga si anak dan ayah yang jahat Viktor dan Imran Zakhaev sebagai The Third dan The Fourth Horsemen. Mereka sangat hebat dan berbahaya, hal itu dibuktikan dengan taktik dan strategi yang dilakukan oleh mereka berhasil melenyapkan 30,000 tentara USA.

Ok, kita bahas strategi apa yang bikin Amerika “kalah” perang melawan The Four Horsemen. Pertama, menyebarkan intel palsu. Mereka banyak menyebar intel palsu, bsalah satunya adalah menyebar bahwa Al Asad sedang siaran langsung di stasiun TV, dan USMC langsung menyerbu tempat itu, dan ternyata zonk. Selain itu juga mereka menyebar intel yang mengatakan bahwa The First Horsemen telah mati (di sini juga nama Vladimir Makarov belum diketahui ya), jadi yang tersisa hanyalah tiga Horsemen saja. Ternyata salah ya, dan itu membuat Makarov bergerak sangat bebas untuk melakukan operasi jahatnya.

Kedua, memancing pasukan Amerika yang mereka benci masuk k tanah arab, untuk diledakkan secara massive. Yes, jadi Amerika  terpancing dengan taktik dari The Horsemen. Taktik apa itu? Coup alias kudeta. Khaled Al Asad melakukan kudeta pada presiden Yasir Al Fulani semata-mata bukan hanya mengambil kekuasan tanah Arab, tetapi juga memancing Amerika agar kepo dan masuk ikut berperang di tanah Arab, dan ternyata benar sekali. Pasca kudeta Al Asad sudah berada di safehouse Azerbaijan, dan di sana sudah ada Makarov untuk memberikan aba-aba peledakan, dan Kaboom… 30,000 tentara USMC hangus terbakar nuklir…

Sebetulnya pihak Barat menemui kebuntuan, Amerika sudah lepas tangan pasca ledakan nuklir tersebut. Tapi Nikolai untungnya menemukan intel dimana Khaled Al Asad berada, dan sontak SAS dan USMC segera melakukan Joint Operation untuk memburu Al Asad. Seperti yang kita ketahui bahwa semua Horsemen mati di event Modern Warfare pertama, semua mati di tangan Bravo Team yang terdiri dari Soap Mactavish, Captain Price, Griggs, dan Gaz (walaupun keduanya telah mati). Hanya Makarovlah yang tersisa… dan jelas… dia menaruh dendam yang sangat besar pada Bravo Team.

Untuk mencegah partai Ultranationalist tumbang pasca tewasnya Zakhaev, Makarov langsung memanggil dan menggabungkan semua sumber daya dan kolega yang ada, maka terbentuklah Inner Circle, sebuah jaringan teroris baru yang masih bertujuan sama seperti Ultranationalist dibawah kepemimpinan Makarov. Nah, di sini Makarov memang sudah mengintai Bravo Team, dan lagi-lagi Makarov menggunakan taktik pancingan seperti event the coup. Maka dari itu, dipancinglah pihak Barat dengan cara sengaja mengumumkan secera resmi bahwa ada organisasi teroris baru yang bernama Inner Circle yang dipimpin oleh seseorang dengan codename Kingfish (Makarov). Makanya dalam Operation Kingfish, Makarov memang sengaja memancing Task Force 141 dan Delta Force untuk masuk ke dalam perangkap dan terus melakukan Ambush. Yes, operasi ini dinyatakan gagal dan bahkan kehilangan Captain Price. Kenapa Makarov tidak membunuh Price dan malah menahannya di Gulag, padahal dia yang telah membunuh pimpinannya? Saya masih belum tahu motifnya.

Beberapa tahun pasca Operation Kingfish telah berlalu, dan kondisi dunia pun telah berubah… Pada tanggal 10 Agustus 2016, partai yang diusung oleh Zakhaev, yaitu Ultranationalist, memenangkan pemilu di Rusia dan Boris Vorshevsky terpilih menjadi Presiden Rusia yang diusung partainya. Dengan begini Rusia yang kali ini bukan lagi Rusia yang dulu yang dipimpin Loyalist Kamarov, Rusia kali ini mendukung penuh gerakan Makarov. Nah, jadi bisa tahu kan kenapa Rusia secara terang-terangan menyerang Amerika?

Ok, saya jelasin aja deh. Jadi begini, karena Rusia sudah dikuasai Ultranationalist, jadi Rusia yang sekarang memiliki satu pandangan yang sama dengan Makarov, yaitu sama-sama membenci Barat. Nah, di sisi lain si General Shepherd juga sama-sama menginginkan perang dengan Rusia, agar dia dikenang sebagai war hero dengan mengirimkan Joseph Allen (dia sebagai deep cover agent CIA dengan nama Alexei Borodin) ke Inner Circle untuk melaksanakan event No Russian, walaupun operasi bar-bar itu hampir gagal karena Yuri (Nanti saya jelasin di profil Yuri detailnya). Nah, di akhir event pas Makarov mau kabur, Makarov memang dari awal tahu bahwa si Alexei Borodin itu “titipan” si Shepherd. Akhirnya dia dibunuh dan membiarkan polisi Rusia yang dipegang Ultranationalist itu mengetahui identitas si Borodin, dan menjadi pemicu perang antara Rusia dan Amerika.

Sebetulnya si Makarov itu terlihat di CCTV bandara, bahwa sebenernya memang ulah teroris Makarov dan kawan-kawannya di Inner Circle, tapi ya karena memang Rusia juga sama-sama Ultranationalist dan memang berniat untuk menyerang Amerika, maka mayat Alexei Borodin dijadikan alasan kuat bagi Rusia untuk menyerang Amerika. Dalam kasus ini, rencana Makarov, Rusia, dan Shepherd berhasil. Walaupun Shepherd sebenarnya bermusuhan dengan Makarov, tapi untuk event ini mereka bekerja sama. Makanya si Price teriak-teriak “Do not trust Shepherd” karena history kerja sama dia diketahui oleh Soap dan Price pas dia ambil intel di US Vehicle Scrapyad.