Cerberus Gaming

MASIH BELUM NGERTI? YUK GABUNG | Bahas Alur Cerita dan Lainnya di Call of Duty Black Ops Cold War

Ok, saya yakin sebagian sobat gamer semua masih pada bingung ya, terkait apa yang sebenernya terjadi. Kenapa bisa begini, kenapa bisa begitu, implan otak itu apa? Si Bell itu siapa? yang diselametin si Lazar atau si Park? Terus kenapa ada dua ending? dan sebagainya dan sebagainya. Ok.. Ok.. Hold on buddy. Di video ini hayu kita ngobrol-ngobrol dan diskusi tentang campaign Call of Duty Black Ops Cold War. Tapi sebelum kita ngobrol, izinkan saya untuk menjelaskan alur cerita yang bakal saya jelasin sesingkat dan sejelas mungkin, tanpa plot twist-plot twistnya, sekaligus bahas mana yang bener ya, atau tepatnya mana yang canon, sekaligus ngasih komentar saya tentang apa yang akan terjadi ke depannya pada game ini. So, tanpa tunggu lama-lama lagi. Let’s check it out.

Ok, sebetulnya event Call of Duty Black Ops Cold War ini diawali dengan sebuah event di tahun 1943, ketika informasi mengenai proyek nuklir Manhattan di Los Alamos, berhasil dicuri oleh seseorang yang bernama Perseus. Tapi untuk yang ini pihak Amerika masih ga begitu ambil pusing karena pada waktu itu Soviet dan Amerika masih kerja sama untuk melawan Fuhrer Hitler pada masa World War II. Udah ya, jadi si Amerika udah tau Perseus, tapi masih diabaikan, belum masuk radar Amerika.

Barulah, di tahun 1968 ketika Operation Fracture Jaw dilancarkan, yang dilakukan Russel Adler dan Sims, Amerika kaget setengah mati karena entah bagaimana si tentara vietcong itu tahu bahwa mereka itu bawa Nuklir, dan ingin merebut nuklir itu dari tangan Amerika. Pada akhirnya baru diusut bahwa tentara VietCong ini di support oleh Soviet dan orang dibalik penyerangan pas Operation Facture Jaw ini adalah Perseus. Barulah… Di sana Amerika secara tidak langsung perang melawan Soviet sekaligus memburu Perseus. Adler mengklaim bahwa si Perseus itu udah mati ya, jadi urusan Amerika vs Perseus telah usai… Katanya…

Ok, intermezzo, Operation Fracture Jaw itu kisah nyata ya. Operasi itu digagas oleh General William C. Westmoreland, dia bilang nuklir boleh digunain di Vietnam, saking putus asanya mereka kalah terus dari VietCong. Ini itu operasi ilegal ya, operasi ini di cancel karena ketahuan White House. Jadi ledakan nuklir tidak terjadi di Vietnam ya. Ok, lanjut.

13 tahun berlalu (jadi tahun 1981 ya), perang dingin masih memanas karena soviet terus menerus pamer misil dan persenjataan mereka ke dunia. Di sisi lain, di Iran terjadi penyanderaan pada orang Amerika ketika mereka sedang bertugas jadi kedutaan besar di sana. Sebenernya ini juga kisah nyata ya, sobat gamer kalau pengen tahu kisah penyelamatan sanderanya bisa tonton film Argo yang dibintangi si Batman versi Snyder, Ben Afleck. Nah, ceritanya CIA nemuin bahwa orang di balik penyanderaan itu adalah si Arash Kadivar dan Qasim Javadi.

Awalnya mereka benar-benar pure ingin menangkap Qasim untuk diinterogasi. Qasim adalah kaki tangan Arash yang mengetahui lokasi Arash dberada, si biang keroknya yang udah bikin orang Amerika di sandera di Iran. Qasim berada di Amsterdam, dan hanya dengan tiga orang, Adler, Woods, dan Mason, mereka berhasil menangkap Qasim yang dijaga oleh segerombolan bodyguard. Dia pada akhrinya mengatakan bahwa Arash berada di Turki. Nah, di dalam chapter ini ada pilihan ya, antara nangkap atau bunuh si Qasim. Sebetulnya ga signifikan ya pengaruhnya, kalau dibunuh ya udah mati, tapi kalau ditangkap, dia jadi asset CIA untuk mengintai jaringan soviet yang ada di Timur Tengah.

Ok, itu Qasim, sekarang kita ke Arash. Ketika mereka menjalankan misinya di Turki, mereka lihat sesaat setelah turun dari mobil, Arash menembaki orang yang ada di dalamnya, dan lalu Mason pun diperintah untuk tembak Arash. Menurut saya, kalau saja si Mason ga meleset pas waktu nembak si Arash, mungkin.. mungkin aja ya, rencana Perseus berhasil. Tapi karena meleset dan ternyata di luar dugaan Arash malah ngomong dan bahkan mention Perseus, Adler sontak kaget karena baginya musuh yang lama kembali hadir setelah hilang 13 tahun. Di sini barulah, Adler melaporkan ini pada Hudson dan langsung dijadikan ancaman besar, atas apa yang telah terjadi di Vietnam. Tapi sebelum itu, Adler menyuruh Mason dan Woods untuk sweeping orang-orang barangkali masih ada yang selamat, dan well… ternyata masih ada yang selamat… dan orang yang selamat itu adalah orang yang ditembak Arash…

Siapa dia? Sampai akhir game pun kita tidak tahu detail dari orang ini. Tapi yang jelas, dia diyakini Adler sebagai orang penting bagi Perseus. Makanya, dia selamatkan dan Adler juga cukup terkejut dengan daya pemulihan orang ini. Dia memiliki daya pulih di atas rata-rata, dan siap untuk diinterogasi. Namun cara klasik tersebut gagal dilakukan karena orang ini punya pendirian yang sangat kuat. Oleh karena itu, Adler beserta tim CIA lainnya meminta bertemu dengan Presiden untuk memberitahukan situasi darurat yang akan terjadi di Amerika sekaligus meminta izin untuk melakukan tindakan ilegal dan bahkan tidak biasa, yaitu mengimplan ingatan si kaki tangan Perseus dengan identitas baru.

Akhirnya sang president memberikan izin pada Adler, dan yes.. Ingatan orang itu diubah dan juga dimasukan salah satu misi Adler ke dalam orang itu. Walaupun cukup berat hati, tapi akhirnya Adler memberikan misi dia agar Adler sama orang yang diimplan itu langsung punya kedekatan secara personal. Akhirnya dia memberikan trigger ingatannya dengan kalimat ‘we’ve a job to do’ dan nama baru, Bell…

Kejam sih… Tapi pada akhirnya hal itu dilakukan Adler agar cepat menemukan Perseus dan juga mencegah rencana jahatnya. Misi pun dimulai dengan membuat reka adegan palsu yang sudah diisi oleh Adler dan kawan-kawan, Operation Fracture Jaw di tahun 1968, tapi kali ini ditambahi ingatan palsu Bell, seolah-olah Bell benar-benar ada dan ikut misi itu, padahal tidak sama sekali ya. Intinya si Bell ini dibego-begoin Adler biar bisa mengetahui keberadaan Perseus dan para kroco-kroconya.

Ternyata hasil pembodohan itu berhasil, berdasarkan hasil dari si Bell, CIA menemukan sebuah nama baru yang paling menonjol untuk menjadi petunjuk baru ke Perseus, Anton Volkov. Dia adalah seorang penjual senjata kelas kakap di Berlin Timur. Melumpuhkan orang ini bukan hanya menyakiti Perseus saja ya, tapi bagi para kartel Eropa dan Amerika yang bertansaksi dengannya juga bakal ikut rugi.

Operasi pun dimulai, pada akhirnya Bell dan kawan-kawan berhasil menangkap Anton Volkov, walaupun Bell sempat ketahuan, ditahan, dan hampir dibunuh Volkov. Nah, di sini juga pilihannya sama, antara menangkapnya atau membunuhnya. Jika sobat gamer membunuhnya, ya udah, dia mati, si Park agak sedikit kecewa juga jatohnya. Tapi kalau ditahan, MI6 melalui Park mengucapkan terima kasih pada Bell, dan nantinya Volkov akan jadi sumber informasi utama untuk menemukan jaringan2 penjahat di Eropa dan Amerika.

Nah, hasil dari penangkapan Volkov tersebut ketahuanlah… bahwa ternyata memang benar, Perseus sedang menyeludupkan nuklir ke Berlin Timur. Selain itu juga Park menemukan sebuah titik koordinat yang ditujukan pada sebuah wilayah kosong di Ukraina. Maka diluncurkanlah Spy Plane/Recon Plane milik CIA, dan di sana ditemukanlah sebuah markas besar di tengah-tengah wilayah kosong itu. Maka Adler mengirim Woods dan Bell (lagi) untuk menyusup dan menemukan intel apapun yang ada di dalam sana.

Mereka pun berhasil menyusup dan tiba di command center markas besar itu. Di sana mereka menemukan intel mengenai Operation Greenlight, yang isinya dua audio log percakapan si Black dengan Hudson, dan juga blueprint nuklir yang menunjukkan bahwa nuklir yang diseludupkan itu milik Amerika! Mereka pun kabur dari tempat itu dan langsung meminta penjelasan pada Hudson, tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Jadi ternyata operation Greenlight itu adalah sebuah operasi yang dibuat Amerika untuk menyimpan banyak nuklir di setiap kota besar di Eropa. Katanya sih untuk mencegah agar ketika Soviet mulai macam-macam, Amerika bisa langsung balas kontak di saat yang sama. Tapi sejatinya Amerika itu takut karena di tahun 1958, Amerika merasa dirinya kalah dari Soviet dalam urusan adu senjata.

Nah, kabarnya salah satu nuklirnya yang di Berlin dicuri, dan sekarang berada di tangan Perseus. Jika bom nuklir ini meledak, pasti seluruh dunia akan menuduh Amerika karena nuklir tersebut punya Amerika. Tai Ironisnya hal itu tidak diberitahukan pada Adler dan kawan-kawan dan bahkan Hudson menuduh mereka penyebab semua ini. Hudson bilang bahwa jika saja pada 1968 Perseus berhasil dibunuh, pencurian ini tidak akan terjadi.

Sebetulnya Adler dan yang lainnya marah besar pada Hudson, tapi hal itu tidak akan menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi sekarang. Jadi mereka tetap fokus pada misi. Ok, ngomongin misi, dalam print-an yang didapatkan oleh Bell dan Woods itu, selain program nuklirnya, di sana juga disebutkan bahwa Rusia sedang melakukan penggalian ulang Pegunungan Ural di Yamantau, tempat yang sudah diluluhlantahkan oleh Weaver dan Hudson di Black Ops 1, sobat gamer bisa cek live yang saya mainin sebelumnya. Kabarnya di sana Perseus sedang menggali untuk mendapatkan mainframe lama yang ada di sana, dan tentunya si mainframe itu memiliki intel yang berharga. Pada akhirnya Adler mengutus Woods dan Mason dalam misi ini, walaupun sempat ditentang oleh Hudson karena Mason masih trauma dengan Steiner…

Yes, si duo legenda ini kembali beraksi dan ditemani antek-antek Rusia sekaligus orang dalam KGB yang bernama Dimitri Belikov. Berkat bantuannya, perebutan mainframe di Yamantau pun berhasil dimenangkan oleh Mason dan Woods. Perlu waktu empat hari untuk menganalisis mainframe yang sudah direbut itu. Hasil analsis tersebut disimpulkan bahwa Perseus sedang mencari sleep agent alias agen yang sudah tidak aktif, yang waktu itu bekerja di bawah Dragovich pada tahun 1968. Namun sayangnya nama-nama tersebut sudah keburu dihapus Perseus, di sini saya ga tau gimana dia bisa ngehapus (menurut saya aneh sih, antara sebelum diangkut sempet dihapus atau apapun itu masih misteri).

Satu-satunya tempat yang masih menyimpan nama itu adalah gedung Luybyanka, markas besar KGB. Mau tidak mau tim CIA harus menyusup ke sana. Di sini Adler dan Bell akan langsung turun ke sana, walaupun lagi-lagi ditentang oleh Hudson karena masukin Bell ke kandang macan bisa bahaya banget, pasti probabilitas yang kenal sama si Bell ada, tapi hal itu tidak digubris oleh Adler. Selain itu juga mereka berdua dibantu lagi oleh Belikov untuk mendapatkan akses masuk ke sana. Lokasi pusat datanya ada 100 kaki di bawah tanah, di bunker pertahanan nuklir.

Selama menjalankan misinya, Belikov bertemu dengan sekretaris General Commitee, Mikhail Gorbachev, tokoh real life yang nantinya akan menjadi presiden terkahir Uni soviet di tahun 1990 sampai 1991. Selain itu juga Belikov bertemu dengan the infamous villain Imran Zakhaev, karakter dari Call of Duty Modern Warfare, dan juga Kolonel Kravchenko yang ga jadi mati saat dirinya meledakkan diri bersama dengan Woods. Mereka membahas bahwa ada pengkhianat di KBG, mereka harus segera menemukannya. Selain itu juga mereka bahas tentang keberadaan kunci bunker yang jadi syarat utama untuk masuk mendapatkan sleeper agent.

Ok, pembicaraan berakhir dan somehow Belikov berhasil mendapatkan kuncinya (baik itu dengan hacking, re-coding, memfitnah/membunuh General Charkov, dan sebagainya). Akhirnya Belikov menemui Bell dan Adler di basement dan memberikan kuncinya pada mereka. Mereka pun berhasil menyusup dan menyerang secara terang-terangan bunker tersebut, mereka berhasil melarikan diri beserta Belikov… It’s so Rambo..

Ok, Moscow benar-benar kacau hanya dengan 3 orang saja, dan yes, pada akhirnya lewat data bunker itu mereka bisa tahu siapa nama dari sleeper agent itu, Theodore Hastings, seorang ilmuwan nuklir yang bekerja di Salt Lake City. Catatan terkahir menunjukkan bahwa Hastings pergi ke Havana, dan Langley, markas besar CIA meyakini bahwa dia berada di Kuba, dan di sana pun pasti ada Perseus beserta nuklir yang dicuri. Mereka berdua pasti berada di sana karena Hastings ke sana pasti untuk mengaktifkan nuklir tersebut. Bagi mereka semua, ini misi terakhir, hidup dan mati… Jadi tidak ada jalan kembali.

Nah.. Sebelum itu, sometime mereka juga memburu dua orang penting dari Perseus, si pengkhianat CIA yang bernama Robert Aldrich, dan Major Vadim Rudnik. Robert Aldrich ini bertugas menjadi pembuat dan penyebar agen Perseus di seluruh Amerika, sedangkan Vadim Rudnik juga melakukan hal yang sama, tapi dia spesialis di Eropa. Nah, Somehow mereka berhasil dilumpuhkan lewat Operation Chaos dan Operation Red Circus, membuat sebuah pukulan telak bagi Perseus. Ini side mission ya, ga dijalanin juga sebenernya ga apa-apa, tapi canonnya dijalanin ya. Aldricjh dan Rudnik dibunuh oleh Mason.

Ok, kita beralih ke Kuba, tempatnya si Videl Castro. Ternyata memang benar ya, ada banyak ilmuwan di sana yang perlu mereka tolong, sekaligus menghentikan rencana Perseus. Penyerbuan berhasil, dan Perseus pun ada di sana. Namun Perseus berhasil melarikan diri dan ternyata rencana Perseus jauh dari yang mereka bayangkan. Ternyata nuklir yang dicuri itu hanya pancingan untuk bisa meledakkan semua nuklir yang ada di seluruh Eropa. SELURUH EROPA. Hal yang tidak terduga benar-benar terjadi dan mau tidak mau mereka harus segera keluar dari tempat itu dan segera menghentikan Perseus. Apapun yang terjadi.

Nah, di sini ada adegan di mana Park dan Lazar terluka, dan di sini Bell dituntut untuk menyelamatkan salah satu (atau tidak sama sekali). Mana yang benar? Yang canon itu si Bell nyelamatin si Park ya, kenapa? Karena nantinya dia bakal bergabung dengan NATO sekaligus jadi special force untuk memburu Perseus. Awalnya saya mikir si Lazar bakal kembali dan menjadi jahat karena tidak ditolong, dan bakal jadi operator baru di Season game, tapi tidak ya. Fix si Lazar tewas, dan jasadnya dikirim ke Tel Aviv, Israel.

Ok, di sini sudah tidak ada waktu lagi, Perseus sudah memiliki detonator untuk meledakkan seluruh nuklir Amerika yang ada di Eropa. Satu-satunya yang dilakukan Adler adalah memaksa Bell untuk membuka kembali ingatannya selama dia bersama Perseus dengan cara yang sama dilakukan sebelumnya, namun kali ini dosisnya cukup besar karena mereka tidak punya waktu lagi.

Hal itu dilakukan berulang-ulang, tapi tidak terjadi apa-apa, Perseus masih belum ditemukan. Adler pun merasa frustasi, sampai pada akhirnya mereka ngaku pada Bell tentang siapa dia sebenarnya. Kenapa dia ada di sini dan apa saja yang sudah mereka lakukan padanya… Sontak Bell pun kaget dan merasa di tipu (kejam banget sih memang), tapi Adler mengaku hal ini dilakukan demi menyelamatkan banyak orang yang akan dilenyapkan Perseus dengan meledakkan Nuklir Amerika…

Nah… Di sini yang menarik… Ceritanya si Bell mengingat pertemuan terkahir dirinya bersama Perseus, dan saat-saat dirinya ditembak oleh Arash karena Arash merasa iri pada Bell yang dianggap prajurit kebanggaan Perseus. Di sana Perseus kembali mengingat rencana Perseus bahwa dari lapangan udara Tribzon, dia dan Arash akan ke Duga, tapi Perseus tidak akan ada di sana, melainkan di Solovetski. Di Duga mereka hanya ingin menghabisi para tentara bayaran yang ikut mengangkut senjata untuk Perseus, dan mengubur mayatnya di hutan. Setelah itu mereka akan ke Solovetski untuk bertemu Perseus. Pokoknya di sini Bell galau aja.

Sobat gamer dihadapkan dengan dua pilihan, balas dendam pada Adler atas apa yang telah dilakukan padanya dan juga membuktikan diri sebagai bagian dari Perseus yang loyal dengan cara berbohong pada Adler bahwa Perseus ada di Duga, atau sadar dengan apa yang dilakukan selama ini salah karena akan memakan korban jiwa yang sangat banyak di seluruh Eropa dengan mengatakan hal yang sebenenarnya bahwa Perseus ada di Solovetski. Jadi selama ini tuh markasnya Perseus itu ada di Solvetski ya, sebuah pulau kecil di Rusia, yang dulunya sempat dipakai jadi gulag dan sempat juga dipakai jadi biara.

Jika sobat gamer berbohong, jelas ya. Si Adler dan kawan-kawan dijebak ke Duga untuk dialihkan agar Perseus bisa melancarkan aksinya tanpa diganggu. Di sini saya ga begitu mempermsalahkan antara evil sama bad ya. Ada yang bilang kalau evil itu si Adler, Park/Lazar, Woods sama Masonnya mati karena dijebak si Bell. Terus si Pereus muncul dan memberikan apresiasi pada Bell. Atau bad, yang ga ngasih tau sama sekali tapi ujung-ujungnya si Bell mati karena sudah nipu Adler. Sekali lagi saya ga mempermasalahkan itu, tapi yang jelas dua jalan cerita itu berujung sama, nuklir Amerika yang tersebar di seluruh kota besar Eropa meledak! Intinya baik ada Bell maupun tanpa Bell, Perseus berhasil. Amerika jadi incaran amukan seluruh dunia dan menyuruh Hudson untuk mengahapus semua bukti terkait operasi Perseus. Udah, intinya sama ya.

Ending yang tadi itu jelas bukan canon ya, alias bukan itu ending yang sebenarnya (walaupun menurut saya alternate ending itu bagus banget). Ending yang asli adalah ketika si Bell taubat dan memberikan lokasi keberadaan si Perseus di Solovetsky. Di sini Adler, Bell, dan pasukan lainnya menyerang biara yang sudah diisi dengan pasukan Perseus. Semuanya terus berjuang hingga pada akhirnya mereka berhasil menghentikan usaha Perseus untuk meledakkan nuklir Amerika di seluruh Eropa. Tapi sayangnya Perseus berhasil kabur, tidak ada tanda-tanda Perseus tewas atau tertangkap.

Pada akhirnya CIA menang (for now), dan Soviet pun bingung dan menganggap bahwa aksi Perseus sama sekali tidak ada hubungannya dengan Soviet. Di sisi lain, Hudson memerintahkan untuk membereskan semua orang yang berkaitan dengan Perseus. Arash sudah mati, Qasim Javadi jadi asset CIA untuk zona timur tengah, Anton Volkov jadi sumber informasi MI6, Robert Aldrich dan Major Vadim Rudnik sudah tewas di tangan Mason dan Woods, tinggal seorang lagi… Bell.

Sebetulnya Bell paham betul bahwa dirinya memang harus dilenyapkan karena bagian dari Perseus dan sewaktu-waktu bisa saja Bell mengkhianati CIA dan berbelot pada Perseus, karena dia tahu betul hal-hal lain dari Perseus yang tidak diketahui oleh CIA. Adler pun secara tidak langsung meminta maaf dan dia melakukannya sama sekali bukan karena masalah personal. Tapi karena Bell juga segan untuk mati gitu aja, mak Adler dan Bell saling tembak.

Apakah mereka berdua mati? Ok, saya langsung jelasin aja ya. Adler masih hidup, dia selamat ya, buktinya dia jadi operator NATO bertarung melawan Perseus yang diwakili Warsaw Pact. How about Bell…? Sejauh ini kita masih belum tahu.. Tapi saya yakin Bell masih hidup, karena dia memiliki daya pulih di atas rata-rata, dan mungkin di Season berikutnya di tahun ini Bell akan masuk jadi operator.. Ini pendapat saya ya.

Apakah ceritanya udahan? No. Belum. 2 tahun kemudian, tepatnya pada 9 November 1983 Perseus melancarkan serangan yang tiba-tiba dengan menyusup Cheyyene Mountain Complex, sebuah markas peluncuran nuklir di Colorado Amerika Serikat yang kebetulan (atau Perseus sudah tahu) sedang melakukan latihan peluncuran misil.

Hudson memberikan briefing bahwa Perseus sudah kembali beraksi dan bahkan Soviet pun menganggap Perseus sebagai sebuah ancaman, walaupun tetap harus waspada karena bisa jadi Soviet menyembunyikan sesuatu. Selain itu Hudson pun memperingati bahwa mereka harus lupakan kode etik perang untuk melawan Perseus, karena mereka itu monster. Maka dimulailah peperangan antar NATO dan Perseus lewat Warsaw Pact dengan tanda meluncurnya nuklir Cheyyene Mountain Complex yang sudah diserang oleh pasukan Perseus.