Cerberus Gaming

SATUAN PEMBERANTAS TERORIS! Profil Warcom dan Para Operator Call of Duty Modern Warfare Indonesia

Ok, setelah sebelumnya kita udah bahas Chimera ya, kali ini saya akan bahas sub faction lainnya yang udah hadir di Call of Duty Modern Warfare. Chimera di Alligiance, sekarang kita beralih ke Coalition, dan sub faction yang akan saya bahas kali ini adalah Warcom. Sub Faction yang operatornya banyak itu ya? Kok bisa banyak? Siapa aja orangnya? dan mereka itu siapa? Ok, hold it buddy, tanpa tunggu lama-lama lagi let’s check it out.

Warcom adalah sebuah JSOC unit, alias Joint Special Operation Command, atau istilah lainnya, adalah sebuah satuan khusus militer yang berisi operator-operator yang muncul dari berbagai negara. Sebenarnya ga jauh beda dengan Task Force 141 ya, yang dimana isinya juga operator-operator dari berbagai negara lain. Tapi kali ini kita akan fokus ke Warcom dulu, ga akan melangkah lebih jauh ke TF 141.

Nah, Warcom ini benar-benar satuan unit yang didirikan khusus untuk Global counter-terror, dengan artian untuk membasmi jaringan teroris internasional yang menyebar ke seluruh dunia, salah satunya Al Qatala. Banyak yang bilang kalau Warcom itu dibuat oleh Kate Laswell, padahal bukan. Warcom itu dibuat dan dipimpin langsung oleh Letjen General Lyons, dan tentu saja, Warcom juga selain memberantas teroris, mereka juga punya misi yang lain, yaitu merebut gas Barkov yang berterbaran di Verdanks dan Urzikstan. Makanya Warcom sempet berebut gas dengan Alligiance karena mereka juga menginginkan hal yang sama.

Ok, terus siapa aja orangnya? Banyak ya, wajar sih ya toh emang dari berbagai belahan dunia masuk buat bantu si Lyons. So, ini dia orang-orang:

Sebenarnya awalnya cuman ada tiga operator aja ya, tapi seiring season berlangsung, satu-satu operator baru pada nunjukkin taringnya, tapi sayangnya informasi operator-operator baru itu ga banyak kayak operator lama. Tapi gapapa ya, saya tetep bakal bahas sebisa yang bisa kita dapetin. Ok, kita mulai dulu dari tiga Warcom yang pertama hadir, yaitu Domino, Golem dan Wyatt.

Ok, Domino dulu ya, atau nama aslinya Sgt. Dominique Tam. Dia adalah seorang warga Prancis keturunan Korea yang lahir pada 1 September 1993 (sekarang udah 27 tahun berarti). Sebenernya dia itu awalnya bukan seorang dari kalangan militer loh. Domino awalnya adalah seorang atlit lari sejak dia berusia 16 tahun, dan pada tahun 2012 dia sedang melakukan qualifikasi untuk Summer Olympic. Namun semua berubah setelah Al Qatala menyerang…

Yes, di tahun itu AQ sempat menyerang Paris dan mengubah pola pikir Domino yang awalnya seorang atlet menjadi seorang yang bergabung dengan dunia militer. Domino masuk ke French Army dan langsung terpilih menjadi French Special Force, yang di mana dia menunjukkan kebugaran fisik dan kemampuan kognitif yang luar biasa (wajar ya, secara dia mantan atlet). Dia memecahkan tiga rekor resimen.

Di tahun 2017, dia ditugaskan ke Urzikstan sekaligus menjadi misi perang pertamanya. Dia ditugaskan untuk membantuk faction Coalition dan muncul sebagai perwakilan Prancis di unit Warcom. Nah, di tahun 2020, tepatnya bulan Maret, Al Asad menginvasi Verdanks di Kastovia, Domino pun ditugaskan di sana bersama Alligiance sebagai Armistice. Selama misi, dia bersahabat baik sekaligus menjadi rival dengan Syd, seorang tentara PMC dari Chimera. Pas event Warzone, kita ga tau pasti apakah mereka masih bersahabat dengan Syd atau tidak.

Domino memiliki golongan darah B+ dan memiliki ketajaman pandangan 20/20 (normal ya). Wanita bertinggi 1,7 meter dan berberat badan 59.1 kg itu memiliki Ibu bernama bernama Sandrine Tam dan ayah bernama Silvain Tam. Dia juga punya adik yang bernama Chloé Tam, dan sudah menikah dengan Claude Louis Baccala. Saya masih belum tau siapa actor yang memerankan Domino ini, tapi kalau untuk suaranya, suara Domino ini diisi oleh Alexandra LeMosle.

Ok, sekarang kita beralih ke Lieutenant Hans Rudolf Blaustein atau yang sudah kita kenal dengan nama Golem. Lahir pada tanggal 30 Oktober 1986 (umur 33) di Oberstdorf, sebuah wilayah di pegunungan Jerman. Ayahnya juga seorang kolonel di Kommando Spezialkräfte atau KSK, jadi selama masa kecilnya Golem sudah dilatih dan dididik untuk memanah, membuat panah dan melacak sesuatu di alam liar. Pokoknya hal yang bersifat survival di alam liar, Golem ahlinya. Dia sering melatih dirinya di pegunungan Alpen yang berlokasi di Jerman dan Austria.

Pada tahun 20014 di usianya pada waktu itu 18 tahun, dia bergabung dengan Bundeswehr atau German Army, mengikuti tradisi keluarga yang didirikan. Jadi memang keluarga si Golem ini udah keluarga militer ya. Jadi tradisinya kalau ayahnya tentara, anaknya juga harus jadi tentara (sebenernya di Indonesia tradisi ini juga ada ya, walaupun ga semuanya kayak gitu). Seiring berjalannya waktu, Golem pun lolos seleksi menjadi KSK 4th Platoon, yang memiliki spesialis di bidang operasi geographic (ya secara dia juga udah jago banget Survival). Selama karirnya di KSK, dia sudah melakukan sejumlah operasi di Mozambique, Urzikstan dan di beberapa wilayah di pegunungan Kastovia (ini fiktif ya).

Dia akhirnya bertemu dengan Sebastian Krueger, menjadi bawahannya dan berteman baik dengannya. Tapi karena suatu hal Krueger pun kabur dan Golem pun membantu pelarian Krueger. Sobat gamer bisa cek video profil Krueger di sini ya, udah saya bahas sebelumnya.

Pria yang memiliki tinggi 1.81 meter dan berat badan 86.1 kg ini sempat menikah ya, tapi sekarang sudah bercerai walaupun sudah dikaruniai seorang putri. Mantan istrinya bernama Nicoline Louise Brosseau dan anaknya bernama Annette Louise Brosseau. Dia juga anak pertama Colonel Daniel Rudolf Blaustein dan Martina Weiss Blaustein dari tiga bersaudara. Adik dari pria bergolongan darah B+ dan ketajaman 20/20 ini bernama Simon Rudolf Blaustein dan Ari Michael Blaustein.

Golem diperankan oleh Robin Atkin Downes, dan ada fakta menarik dari sosok Golem ini. Jika sobat gamer beli pack Blunt Force II: Light ’em up, sobat gamer akan mendapatkan skin golem yang bernama Humboldt, yang dimana dia pake ghili suit tapi camonya ganja. Nah, pas di pre-match lobby, kalau sobat gamer pake skin itu, sobat gamer bisa lihat kalau mulutnya berasap. Dengan kata lain, dia perang sambil nge-ganja cuuuuyyyy.

Ok, Domino dan Golem udah, sekarang kita beralih ke si Wyatt. Sergeant Jackson Henry Wyatt  adalah seorang Australia Special Ops yang memiiki tinggi 1,83 m dan berat 83.8 kg. Dia lahir pada tanggal 30th November 1992 di sebuah wilayah rural di Tasmania, Australia. Anak dari William Henry Wyatt dan Claire Marshall Wyatt (sudah meninggal) ini merupakan salah satu dari empat Wyatt bersaudara. Nama saudara-saudaranya antara lain William “Billy” Wyatt Jr, James “Jimmy” Wyatt, Jeffrey “Jeffy” Wyatt. Jackson Wyatt bersama ketiga saudaranya memang hidup “liar” di alam bebeas. Hanya bermodalkan mobil van 4×4, mereka mengitari dan bertahan hidup dari liarnya alam Tasmania.

Wyatt dikenal tak punya rasa takut alias Fearless. Dia tidak menjuluki dirinya sendiri, tapi gelar itu emang dikasih sama temen-temen dan keluarganya. Nah, pada tahun 2010, Wyat dan ketiga saudara join dengan Australian Army untuk “nyari tantangan” dan benar-benar mengabdikan dirinya selama beberapa tahun di Afgahnistan, Iraq, dan Libya. Dia menjadi spesialis operasi yang bersifat High Value Target hunting, operasi rahasia, dan penyelamatan sandera.

Nah, setelah menjalani masa bakti di Australian Army, saudara-saudara Wyatt kembali ke negaranya, tapi tidak dengan dirinya. Dia ingin fokus berkarir di dunia militer dan pada akhirnya dia terpilih menjadi 1st Commando Regiment of the Australian Special Forces pada October 2012. Kemudian dia kembali bertugas ke daerah timur tengah, diantaranya Afghanistan, Libya, Iraq, Syria, dan Somalia. Selain itu juga dalam beberapa misinya di tahun 2015 dia ditugskan di Urzikstan. Pada akhirnya pria bergolongan darah B+ ini bergabung dengan Warcom atas rekomendasi dari Benjamin Lee atau yang kita kenal dengan panggilan Otter.

Karakter Wyatt diperankan oleh Jonathan Buckley. Menariknya, aktor yang satu ini juga berasal dari Australia dan lahir di Tasmania, sama kayak Wyatt.

Ok, tiga karakter utama dari Warcom sudah di bahas, tinggal karakter bintang tamu yang muncul di setiap season, diantaranya ada Mara, Talon, Alex, Ronin, dan Morte. Untuk Alex mungkin saya ga akan bahas lagi karena sudah saya bahas ya, bahkan sempet nyangka kalau orang ini itu Ghost. Ok, jadi tinggal sisanya ya, kita mulai dari Mara, si bintang tamu Season I.

Mara, saya ga tau nama lengkapnya, dan apa nama Mara ini nama samaran dia, saya juga ga tau. Pokoknya dia itu adalah seorang warga Venezuela yang sudah jadi intelijen asset buat CIA sejak dirinya berusia 15 tahun. Pada waktu itu misinya dia memberikan intel terkait sleeper cells atau grup rahasianya Al Qatala di Venezuela.

Pada beberapa waktu lalu, Mara juga menjadi sukarelawan untuk pelatihan Special Force AS (wajar ya, secara dia intelijen assetnya Amerika). Dia terus bekerja untuk CIA dan melakukan operasi rahasia sampai dia diundang untuk bergabung dengan unit Warcom dari Coalition.

Nah, pada 18 Desember 2019, Mara dan timnya ditugaskan  pergi ke Urzikstan oleh Letjen Lyons untuk mengamankan sisa gas Barkov yang tersisa di sana oleh Al Qatala. Tapi ternyata mereka tidak sendirian, ternyata Alligiance mengutus Nikto untuk merebut gas Barkov juga. Maka pecahlah perang, dan ini yang diinginkan Khaled Al Asad.

Setelah event tersebut, Mara pun ditugaskan Coalition untuk terjun ke Verdanks karena New Al Qatala mengamuk di sana. Selain untuk membereskan New Al Qatala, dia juga ditugaskan untuk mencegah serangan ChemBio weapon, dengan menyerang kontener yang membawa senjata tersebut. Namun sayang gagal, ketika tiba Kontener itu sudah pergi jauh. Bukan hanya itu, tiba-tiba timnya Mara diserang oleh pasukan Coalition dan Alligiance. Mara dan timnya pun bingung sekaligus kaget karena memang aneh, tiba-tiba friendlies nembakin mereka. Akhirnya pun tim mereka kabur dan Mara pun selamat walaupun dia harus kehilangan 6 orang timnya.

Suara Mara diisi oleh Roxana Ortega (biar mirip-mirip ya dialek latinnya), dan untuk Mara sendiri diperankan oleh Alex Zedra. Banyak yang bilang kalau Alex Zedra juga seorang trainer kayak si Iskra, tapi bukan ya. Alex Zedra itu seorang influencer yang memiliki keahlian di bidang gaming dan modeling. Tapi ya memang hobinya tembak menembak juga, karena di Amerika senjata kayak gitu memang di jual bebas.

Ok, sekarang kita beralih ke bintang Warcom di Season II, dialah Talon. Tidak ada info lebih detail mengenai sosok Talon ini. Tapi yang jelas dia adalah seorang Special Force Canada, yang dibesarkan oleh keluarga campuran First Nation di Ontario, Canada (maksudnya keluarga Indian ya, liat aja penampilan Talon gimana). Dia direkomendasikan masuk Warcom setelah bertugas dengan Griggs di Urzikstan. Dia mendapat pujian karena berani menyerbu perkemahan AQ di tengah malam selama bertugas di Urzikstan.

Talon sendiri diperankan oleh Jack Murillo. Kalau sobat gamer nonton TV Series SEAL Team buatan CBS, sobat gamer bisa melihat dirinya berperan sebagai Dante Vega.

Ok, Mara sama Talon sudah, sekarang kita ke bintang Season III dari Warcom, yaitu Daniel Shinoda alias Ronin. Pria bertato irezumi style ini merupakan seorang mantan Special Force yang dikenal sebagai one men army. Dia direkrut oleh Warcom karena dia terkenal sebagai tukang sabotase dan menguasai berbagai sistem pertempuran. Dia diperankan langsung oleh Tu Lam, seorang pelatih menembak seperti Jade Struck dan Tony Sentmanat, dan memiliki tempat latihan tactical yang bernama Ronin Tactics. Sebelumnya saya juga sudah jelasin ya terkait si Tu Lam ini di video sebelumnya.

Ok, terakhir. Bintang Warcom dari Season V yang bernama Morte. Menariknya, Morte ini punya ceritanya tersendiri dan cukup detail biographynya ya jika dibandingkan dengan bintang-bintang operator warcom lainnya.

Namanya adalah Sergio Sulla, dia tumbuh besar di Il Repubblica Italiana. Jadi ceritanya si Morte ini biarpun warga Italia, tapi dia suka sama film-film western zaman koboi gitu, dan salah satu film favoritnya berjudul Spaghetti Western, film koboi yang disutradarai oleh orang Italia.

Dia sangat pandai bermain pistol (gunslinging) layaknya koboi sungguhan. Dia bener-bener terobsesi dengan koboi ya. Makanya, saking sukanya, dia sampe dipanggil Morte, bahasa Italia yang artinya “Mati.” Dia ingin menjadi pembawa hukum keadilan, bahkan sampe mencari sendiri sebuah kebenaran, mana yang baik dan mana yang buruk. Makanya dia terjun menjadi seorang mercenary yang memiliki kode etik tersendiri yang cenderung menjunjung tinggi kebenaran, apapun misinya.

Biarpun begitu, dia juga tetap berasal dari kalangan militer. Dia sempat tergabung dengan “il Nono” sebutan bagi pasukan 9th Paratroopers Assault Regiment Col Moschin, salah satu special force unit Italia yang diakui dunia. Dua tahun kemudian setelah mengabdi untuk Col Moschin, Warcom datang dan menawari Morte untuk menjalankan misi dibawah arahannya. Maka akhirnya dia menjadi seorang mercenary dan bergabung dengan Warcom dengan dua syarat: dia membawa sidekicknya yang bernam Tuco, seekor burung berekor merah dan dia harus dibolehkan pake jubah khas miliknya.

Morte sendiri diperankan oleh seorang rapper asal Italia yang bernama Fabio Rovazzi. Saya ga nyangka aja ternyata si Morte ini si Rovazzi ya, saya udah denger lagunya yang judulnya Volare pas taun 2017, saya baru ngeuh pas bikin konten ini.