Cerberus Gaming

SI PATRIOT YANG SALAH JALAN! Profil Yuri Dalam Call of Duty Modern Warfare Indonesia

Commander Yuri, adalah seorang mantan Spetsnaz (sama seperti Makarov) yang awalnya berada di posisi Ultranationalist Rusia, lalu pindah ke kubu loyalist dibawah arahan Nikolai (dan bahkan jadi best men-nya Nikolai). Dia adalah seorang tentara Rusia yang berjiwa patriot, apapun itu yang penting untuk membela tanah airnya, yaitu Rusia. Namun sayang, rasa patriot tersebut ternyata dipakai untuk membela Ultranationalist yang pada waktu itu dipimpin oleh Imran Zakhaev. Jadi si Imran Zakhaev ini selain merekrut Makarov yang waktu itu masih jadi kacung teroris, dia juga merekrut Yuri dengan dalih apa yang dilakukan Zakhaev selama ini semata-mata memang untuk membuat Rusia menjadi kuat dimata dunia, dan waktu itu pun Yuri setuju. Semuanya dilakukan demi The Mother Rusia.

Maka pada event Pripyat di tahun 1996, Makarov dan Yuri bertemu, dan Yuri pun menjadi kolega yang dekat dengan Makarov. Dengan kehadiran Makarov, mata Yuri terbuka bahwa uang bisa membeli apapun, termasuk power. Pada waktu itu pun Yuri masih bisa menerima jalan Makarov yang seperti itu.

15 tahun kemudian, ketika Al Asad melakukan kudeta dan memancing pasukan USMC ke dalam perangkap Makarov, Yuri pun melihat ledakan jamur tersebut di tanah arab. Bersama Makarov, dari luar range blast dirinya melihat Makarov memberikan aba-aba untuk meledakkan nuklir tersebut. Maka terjadilah KABOOM, ledakan jamur yang menghanguskan 30,000 pasukan Shepherd.

Apa yang ada dipikiran Yuri pasca ledakan tersebut? Yuri masih membenarkan ledakkan itu, walaupun ini terkesan sulit bagi hati nuraninya. Yuri masih berpikiran apa yang dilakukan ini ya memang perang. This is war, semuanya bisa terjadi, dan yang dibunuhnya pun tentara USMC yang memang sedang perang, dan melakukan tembak-tembakan dengan pasukan Al Asad. Jadi masih dalam ranah perang, Yuri masih terkesan membenarkan apa yang dilakukan Makarov.

Pada akhirnya Zakhaev pun mati, dan Makarov berambisi untuk membalaskan dendam Zakhaev dengan membentuk Inner Circle dan merencanakan event No Russian. Di sinilah hati nurani Yuri bergerak. Ke tentara ok, karena memang resiko jadi tentara itu ya mati. Tapi civillian? Warga tak bersalah? Akan dibantai oleh dirinya bersama-sama tim Makarov? No! Yuri tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Maka Yuri pun membocorkan gerakan No Russian ini pada FSB agar bisa dicegah. Namun sayang… Makarov mengetahui pengkhianatan itu dan menembak Yuri, lalu membiarkan dirinya mati kehabisan darah. Tapi jiwa patriotik Yuri bangkit. Dengan kondisinya yang kehabisan darah, dia masih berjalan untuk menghentikan rencana Makarov dan menolong warga sipil sebisa dia. Tapi semunya terlambat, Yuri sudah tidak kuat untuk melakukan itu dan lalu ambruk begitu saja. Easter Egg ini bisa sobat gamer lihat di event No Russian versi Campaign Remastered ya.

Nyawa Yuri masih bisa diselamatkan, dan dari situ dia menyimpan kebencian yang sangat besar pada mantan rekannya itu. Dia memulai langkahnya dengan membelot ke partai Loyalist yang waktu itu memang sudah ada Nikolai di dalamnya. Nikolai memperkenalkan Yuri di saat yang sangat genting, yaitu di saat Soap sedang kehabisan darah karena Shepherd. Yuri pun dengan susah payah menghalau pasukan Makarov di Pradesh, India.

Soap pun selamat, dan bahkan berterima kasih pada Yuri yang sudah rela bertahan demi dirinya (Soap tuliskan di Soap Journal). Nah, ini yang bikin saya curiga. Pas tim Task Force 141 disavowed ini merencanakan perburuan Makarov dan ketika Soap bertanya dimana kita mulai mencari, dengan tegas Yuri menjawab Afrika. Yuri mengatakan bahwa Makarov melakukan kerja sama dengan pemberontak lokal di Afrika untuk mendistribusikan suplai Makarov ke Sierra Leonne, markas Makarov. Jelas, karena mantan kolega, Yuri tahu persis dimana saja jaringan Makarov berada.

Sebetulnya rencana tim Task Force 141 ini berjalan dengan lancar, apa yang dilakukan mereka berhasil menemukan Makarov. Tapi sayang… lagi-lagi Makarov satu langkah lebih maju dari mereka (Nanti saya jelasin di profil Makarov part 2, pokoknya ini villain cerdas banget), akhirnya rencana Price dan kawan-kawan gagal, dan bahkan dari event ini kita kehilangan Soap… Untungnya, Soap memberikan clue di akhir hayatnya, mengatakan bahwa Makarov knows Yuri. Di sini si Price marah karena Price nuduh bahwa selama ini rencana mereka gagal karena Yuri bekerja sama dengan Makarov. Pada akhirnya Yuri menceritakan masa lalu mereka dan Price pun masih percaya padanya.

Pasca kematian Soap, tim disavowed ini masih mencoba mencari dimana Makarov berada, dan lagi-lagi Yuri memberitahu lokasi potensial berikutnya pada Price, yaitu di salah satu benteng di Prague, sebuah kota di negara Ceko. Di sana Price dan Yuri menemukan sebuah fakta bahwa presiden Boris sedang disekap oleh Makarov. Awalnya mereka bingung karena kok bisa? president Ultranationalist disekap oleh Makarov yang notabene orang Ultranationalist juga. Akhirnya mereka tahu bahwa president Boris sudah “taubat” dan mencoba untuk melakukan damai dengan Amerika, namun dicegah oleh Makarov (kenapa Presiden Boris ingin berdamai dengan Amerika? Saya bakal jelasin juga di profil Makarov part 2). Yuri, Price, dan tim gabungan dari Delta Force untuk menyelamatkan sang presiden Rusia. Akhirnya World War 3 berhenti dan dunia pun damai…

Apakah selesai di sana? Tentu saja tidak. Price bersama Yuri mengamuk di hotel Dubai dengan baju Juggernaut untuk memburu Makarov. Tapi sayang, akhirnya Yuri tewas demi menyelamatkan kapten Price yang hendak ditembak, dan benar ya, pengorbanan Yuri tidak sia-sia. Makarov pun tewas di tangan Price. Jujur aja, kalau ga ada Yuri, mungkin Price mati ditembak Makarov. Di saat terakhirnya pun Yuri masih berjiwa patriot, sesuai dengan gambaran dia pada dirinya sendiri…