Cerberus Gaming

Siapa Itu Alex? Benarkah dia Ghost? Profil Karakter Call of Duty Modern Warfare 2019 Indonesia

“Alex,” jelas bukan nama asli, merupakan seorang agen CIA divisi Special Activities Center di game Call of Duty Modern Warfare, divisi yang benar-benar bertanggung jawab penuh dan dikhususkan untuk operasi rahasia yang pada umumnya berbasis pada operasi milter. Pria yang memiliki call sign “Echo 3-1” ini sama seperti para agent CIA lainnya, atau bahkan sama dengan para agent intelijen di dunia lainnya. Dia cenderung tidak memiliki dokumen, senjata atau seragam khusus yang menandakan bahwa dia terikat secara terang-terangan dengan instansi Amerika Serikat selama menjalankan tugasnya. Makanya sobat gamer bisa lihat kalau dia hanya pakai kaos dan celana jeans saja, tidak ada embel-embel pasukan khusus dan baju loreng-loreng layaknya marine Demon Dogs, hanya patch “mencurigakan” dan bendera Amerika saja yang menempel di vest-nya.

Garis komando dari Special Activities Division ini langsung pada presiden, tanpa perlu menunggu izin dan instruksi dari White House atau Pentagon. Lewat dektrit Presiden Amerika, unit ini bisa melakukan operasi rahasia langsung atas nama pemberantasan teroris, dan jelas… It’s Illegal.. Dimana-mana yang namanya operasi Inteligen di mata negara lain merupakan tindakan ilegal. Sekalinya kena, you’re dead...

Informasi yang bisa didapat dari masa lalu Alex sejauh ini, dari skill militer yang dia punya, tidak heran jika dia juga berasal dari kalangan militer. Dia berasal dari US Army sebagai  1st Special Forces Operational Detachment-Delta, atau yang sering kita dengar dengan sebutan Delta Force. Tidak disebutkan alasan dia mengapa join CIA, namun yang jelas, dia mengorbankan pangkatnya, kerabat, teman serta keluarganya untuk menjadi Special Activities Division di CIA. Sampai event di Call of Duty Modern Warfare, dia telah menghabiskan waktunya selama enam tahun di tempat barunya itu. Jelas, selama menjalankan operasinya dia punya nama lain selain dari “Alex” dan identitas lain demi tercapainya target dari misi yang dia jalankan, dimana pun dia dibutuhkan. Di luar tugas CIA-nya, dia pun sering kali beroperasi secara mandiri, dan juga menjadi pelatih dan penasihat untuk organisasi sekutu Amerika.

Untuk skill, seperti Captain Price, dia tidak perlu diragukan lagi. Bisa dibilang Alex ini jadi salah satu unit yang cukup berbahaya bagi para musuh. Dia paham multi bahasa, salah satunya bahasa Arab. Selama menjalankan operasinya pun dia hanya berbekal laptop, light machine guns, sat-phones, dan drone yang dilengkapi roket, tanpa pesawat tempur dan peralatan besar lainnya. Biarpun begitu dia bisa mengemudikan semua jenis pesawat tempur, bahkan pesawat tempur soviet sekalipun. Saking hebatnya Alex, hingga tahun 2017 dia menjadi unit yang paling penting dalam memastikan kemenangan mutlak negara Amerika terhadap jaringan teroris yang muncul.

Bicara personality-nya, Alex hampir sama dengan Captain Price, Alex pun benar-benar berperang untuk hal yang menurutnya benar. Namun bedanya dia bisa frontal dan bahkan membangkang pada atasannya Kate Laswell ketika pihak Amerika Serikat memutuskan untuk memasukan pasukan Farah ke dalam list teroris asing. Di sana dia marah, atau tepatnya capek dengan perintah atasan karena merasa hal itu salah, dan dengan frontal membantu pasukan Farah walaupun bagi Laswell tindakan itu ilegal. Bagi pihak Amerika mungkin iya ilgeal, tapi bagi dunia? Apakah tindakan mereka selama ini legal?

Ok… Itu sekilas profil dari Alex.  Now how about Alex become Ghost? Apakah Alex benar-benar Simon Riley? Hm… Menurut saya, bisa jadi…

Yup, bisa jadi. Kenapa? Ada beberapa faktor yang membuat saya berpikir “bisa jadi,” but once again, ini hanya opini saya yang bisa dijadikan bahan diskusi, benar-benar dari pemikiran saya. So.. Here we go..

Task Force 141…

Aslinya Task Force ini mengacu pada Task Force versi asli, yaitu Task Force 121, yang pada waktu itu dibuat utuk memburu High Value Target, dan pada saat itu mereka memburu presiden Iraq, Saddam Hussein di tahun 2003. Task Force yang asli ini hanya dibentuk oleh negara Amerika Serikat saja. Namun pada Task Force versi Trilogy Modern Warfare ini mereka buat sebagai multinational force, joint operation yang melibatkan berbagai negara di dalamnya. Dipimpin oleh General Shepard dari Amerika dan Captain Price dari Inggris, dan serpertinya versi rebootingnya pun akan dibuat sama seperti versi sebelumnya. Hal tersebut dibuktikan dengan Genaral Shepherd yang memberikan file rahasia yang berisikan unit-unit berbahaya yang nantinya dipilih oleh Captain Price, salah satunya Simon Riley. Di sini tidak diketahui dari negara mana dia dan dari detasmen mana dia berasal. Namun tidak menutup kemungkinan kalau dia adalah Alex dari Amerika, mungkin itulah sebabnya kenapa Price tertawa ketika melihat file Simon Riley…

Perpisahan antara Alex dan rekan-rekan seperjuangannya…

Di sini jujur saya merasa janggal dengan perpisahan ini. Karena gimana ya? Terasa biasa aja gitu. Sobat gamer bisa lihat bagaimana Captain Price pada waktu itu benar-benar merasa kehilangan ketika Soap tewas, sampai marah -marah sama Yuri karena dia ternyata sudah kenal dengan Makarov. Sobat gamer bisa lihat cuplikannya.

But this.. Kematian Alex ini kayak hal yang lumrah. Kalau kasarnya kayak, “bro, gua ga bisa keluar nih. Ya udah ledakin aja pabriknya.” Terus, “Oh gitu, ya udah deh. Thank you ya bro.”. Terus udah aja duar… Meen.. Even Captain Price pun ga ngomong apa-apa di sini. Seolah-olah si Farah dan si Price pun tau bahwa ini perpisahan yang dibuat-buat, agar Alex bisa menjalankan operasi lainnya di belahan negara lain dan nanti bakal terlapor bahwa Alex is KIA dan menjelma jadi Simon Riley. I dont know… Tapi Once again, mungkin itulah sebabnya kenapa Price tertawa ketika melihat file Simon Riley…

Patch Alex yang “mencurigakan.”

Sebenarnya ini lebih ke arah cocoklogi aja, tapi bisa jadi ini teaser atau easter egg dari developer bahwa Alex ini benar-benar Simon Riley. Jika sobat gamer lihat patchnya, sobat gamer bisa lihat patchnya dia itu mirip dengan Patch Task Force 141 versi trilogy Modern Warfare yang lama, dan selama game ini berlangsung tidak dijelaskan dia tergabung di detasmen atau divisi mana selama bertugas, karena CIA kan tidak terikat pada hal-hal kayak gitu. Di sini saya berpikir jangan-jangan si Alex ini sudah join jadi Task Force dan dia join ulang jadi Task Force 141 dengan nama Simon Riley? Sekali lagi I dont know, tapi mungkin itulah sebabnya kenapa Price tertawa ketika melihat file Simon Riley…

Ghost of Verdansk

Sebetulnya ini bocoran yang didapat dari para gamer di forum, dan katanya karakter ini katanya akan jadi operator terbaru dari versi multiplayer dan special ops di Call of Duty Modern Warfare 2019. Jika dilihat dari segi fisik dan cocokloginya (lagi), Ghost of Verdansk ini mirip dengan karakter Alex, apalagi sorban yang terikat di lehernya mirip dengan sorban yang dipakai Alex selama menjalankan misinya. Apakah ini menekankan bahwa Alex benar-benar Simon Riley alias Ghost? Tapi tidak ya… Soalnya dari tangannya si Ghost aja kosongan, ga ada tato kayak si Alex. Tapi gimana kalau tato si Alex bagian dari penyaramaran dia juga? Mungkin bukan tato permanen? Ini cuman pembenaran aja sih ya.. Hahahaha.. Yaa.. Bagaimana pun juga ini hanyalah sebuah spekulasi saja… Masih akan ada banyak kejutan dari sang developer Activision untuk game ini…