Cerberus Gaming

Siapa Itu Nikolai? Benarkah Dia Pengkhianat Rusia? | Profil Nikolai – Call of Duty Modern Warfare Indonesia

Ok, kali ini saya akan membahas satu karakter lagi dalam game Call of Duty Modern Warfare tahun 2019 atau versi rebooting ya. Sepertinya ini akan jadi karakter terakhir yang akan saya bahas untuk sekarang ya, sebetulnya masih ada si Kate Laswell yang mau saya bahas. Tapi karena masih kekurangan intel drop dari dia, jadi saya tunda saja dulu. Terus juga yang lain sudah pada menunggu pembahasan yang lain, seperti lanjutan dari Soap Journal, Makarov, dan Yuri.

So, untuk konten yang saya sebutin tadi sobat gamer tetep stay tune ya. Untuk sekarang, terimalah ulasan mengenai profil Nikolai, warga Rusia namun malah berkhianat pada negara sendiri dan bekerja sama dengan Inggris. Wait a second? Benarkah demikian? Kok bisa dia kayak gitu? Ok, tanpa tunggu basa-basi lagi, let’s check it out.

Nikolai adalah sebuah nama samaran, code name, alias bukan nama aslinya. Dia adalah seorang mantan tentara angkatan darat Soviet Army, yang sempat dituduh menjadi informan Ultranationalist, sebuah organisasi pemberontak asal Rusia yang dipimpin oleh Imran Zakhaev dan sekarang dilanjutkan oleh anaknya Viktor. Namun semua tuduhan itu secara resmi tidak terbukti. Nikolai sejatinya masih seorang negara warga Rusia, tapi menjadi Intelijen asset bagi MI6, badan intelijen milik Inggris. Kondisinya mirip si Mara ya. Si Mara itu warga negara Venezuela, tapi intelijen assetnya CIA. Makanya direkrut sama si General Lions buat ambil gas di Season One.

Nah, karena hal itulah, tidak heran jika Captain Price benar-benar dekat dengan Nikolai. Karena sejatinya si Nikolai ini sudah bekerja sama dengan Inggris cukup lama. Mengapa bisa demikian? Jadi begini. Setelah dia pensiun dari angkatan darat Rusia, Nikolai ditugaskan untuk menjaga kedutaan Soviet (pada waktu masih soviet) di Kopenhagen, suatu wilayah di negara Denmark. Selama tugas, si Nikolai ini merasa kecewa pada kebijakan luar negeri soviet. Ya wajar ya, pada waktu itu di masa perang dingin, kebijakan soviet masih berbau ultranasionalist, makanya Zakhaev dianggap pahlawan di masa itu. Saya ga tau pasti detailnya bagaimana si Nikolai kecewa, tapi intinya kekecewaan si Nikolai ini dimanfaatkan pihak barat dan merekrutnya sebagai intelijen asset.

Selama itu kondisinya belum ketahuan ya, sampai pada akhirnya Nikolai dipindahkan ke kedutaan Rusia di London (mungkin kondisinya sudah jadi negara Rusia, Soviet udah pecah). Nah, di sini MI6 melakukan kontak terang-terangan pada Nikolai, dan tentu saja dikenalkan pada Price, yang dimana pada waktu itu dia masih menjadi Letnan. Jadi ya memang, Price sama Nikolai itu ibarat partner in crime.

Kenapa disebut partner in crime? Jelas, keliatan ya. Cara-cara dia yang cenderung rahasia dan kotor. Biarpun kotor tapi si Nikolai ini memang jadi kunci penting dan memang spesialist “kotor-kotoran.” Salah satu bukti nyatanya adalah ketika dia membawa truth serumnya si The Butcher alias anak istrinya The Butcher. Walaupun memang jitu tekniknya, dan pasti anak istrinya juga ga akan dibunuh, tetap saja melibatkan anak dan wanita tak bersalah itu suatu hal yang gila. Just like bad guy, mafia, dan gelar penjahat lainnya. Selain itu juga Nikolai membantu Farah Karim dalam meledakkan pabrik gas Barkov di Borjomi.

Bagi Price, Nikolai adalah seorang teman yang bisa dipercaya dan diandalkan. Dia sangat fasih berbahasa Inggris, Rusia, Jerman, dan lima bahasa negara lainnnya. Dia bisa dipanggil dimana saja, kapan saja, dan apapun pekerjaannya, baik itu secara aturan, maupun diluar aturan (kotor). Orang yang punya hobi koleksi senjata ini memiliki kelompoknya sendiri yang bernama Chimera, yang dimana dia sebagai pemimpinnya, dan anggotanya sejauh ini antara lain Yegor, Krueger, Syd, dan Iskra.